Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pemberdayaan Perempuan Dalam Program Pembangunan Berbasis Komunitas di Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka” ini dipimpin oleh Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si. pada tahun 2026.
Program pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan roadmap PKM Prodi S3 Kependudukan Sekolah Pascasarjana UGM dan juga paralel dengan tujuan SDGs yang ke 5 yaitu kesetaraan gender. Program kegiatan PKM ini juga diyakini akan dapat membantu Sekolah Pascasarjana dalam mencapai TCK (Target Capaian Kinerja).
Adapun yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa dalam kehidupan pedesaan, perempuan sesungguhnya memainkan peran sosial yang cukup aktif. Namun demikian, kontribusi tersebut kerap kurang mendapatkan pengakuan dan jarang tampak dalam proses pembangunan yang bersifat formal.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk : (1)memahami dinamika partisipasi perempuan dalam program Lumbung Asa Perempuan mencerminkan proses pemberdayaan berbasis komunitas; dan (2)memahami dampak sosial yang dirasakan oleh perempuan sebagai hasil keterlibatan dalam program Lumbung Asa Perempuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, diskusi kelompok terfokus, serta studi dokumentasi.
Program Lumbung Asa Perempuan di Desa Bantaragung menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dapat tumbuh ketika kegiatan dirancang sesuai dengan kebutuhan dan keseharian mereka. Perempuan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi terlibat dalam proses memilih kegiatan, memberi masukan, dan membangun suasana kebersamaan selama program berlangsung. Kegiatan-kegiatan sederhana seperti senam, pelatihan keterampilan, hingga diskusi bersama mampu menjadi ruang sosial baru bagi perempuan untuk berinteraksi, saling mendukung, dan merasa lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak yang muncul dari keterlibatan tersebut tidak selalu berbentuk perubahan besar, tetapi terlihat dari perubahan-perubahan kecil yang konsisten, seperti meningkatnya keberanian perempuan untuk berbicara, hubungan antar ibu yang semakin akrab, serta tumbuhnya rasa memiliki terhadap program. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan berbasis komunitas dapat berjalan secara efektif melalui pendekatan yang partisipatif dan kontekstual, serta memberi makna sosial yang nyata bagi kehidupan perempuan di tingkat desa.
Program kegiatan PKM ini diyakini akan dapat berlanjut mengingat pentingnya pemberdayaan perempuan dalam program pembangunan yang berbasis komunitas. Hal ini berdasarkan diskusi dengan Kepala Desa Bantaragung pada tanggal 3 Februari 2026 yang juga menghendaki untuk melanjutkan kegiatan serupa di desa desa lain di wilayah Kecamatan Sindangwangi. Dengan demikian manfaat praktis empiris dari kegiatan PKM ini yang menjadi kunci keberlanjutan program yang diusulkan.
Penulis: Sri Rum
Editor : Siti Muyasaroh


