Sedayu, Bantul — Program Studi Magister Teknik Biomedis, Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM serta Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tema “Layanan Kesehatan Terpadu untuk Penyandang Disabilitas dan Pendampingnya”.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Rumah Kebugaran Difabel (RKD), Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan PKM dan bertujuan memberikan layanan kesehatan terpadu bagi penyandang disabilitas dan anggota keluarga atau pengasuh yang mendampingi mereka. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan laboratorium sederhana, serta pemeriksaan khusus bagi sejumlah penyandang disabilitas berupa pemeriksaan neurologi, fisioterapi, dan survei penggunaan alat bantu.
Sebanyak 25 penyandang disabilitas dan 25 anggota keluarga atau pengasuh menjadi sasaran kegiatan. Pendekatan terpadu tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan peserta sekaligus memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mendukung perawatan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Ketua PKM, Dr. drg. Anne Handrini Dewi, M. Kes., dari FKG UGM menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada peserta melalui informasi mengenai kondisi kesehatan mereka.
“Dari kegiatan ini diharapkan peserta memperoleh informasi terkait kondisi kesehatannya secara langsung. Pemeriksaan gigi, khususnya pada penyandang disabilitas, bermanfaat untuk deteksi dini masalah kesehatan mulut, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kualitas hidup. Selain itu, orang tua atau pengasuh juga mendapatkan edukasi mengenai perawatan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Dr. Anne.
Selain memberikan layanan pemeriksaan, tim juga memperhatikan aspek perlindungan data dan privasi peserta. Dr. Anne menegaskan bahwa identitas peserta dijamin kerahasiaannya. Publikasi hasil kegiatan hanya akan menggunakan data anonim dan tidak mencantumkan nama maupun identitas pribadi peserta.
“Peserta berkewajiban mengikuti aturan kegiatan dan dapat bertanya kepada petugas apabila terdapat informasi atau prosedur yang belum jelas,” tambahnya.
Sementara itu, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., selaku Ketua Program Studi Magister Teknik Biomedis Sekolah Pascasarjana UGM, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas bidang keilmuan.
Menurut Dr. Rini, kebutuhan kesehatan penyandang disabilitas memiliki karakteristik yang beragam sehingga diperlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada satu aspek kesehatan. Kolaborasi antara bidang teknik biomedis, kedokteran, kesehatan masyarakat, kedokteran gigi, neurologi, dan fisioterapi memungkinkan layanan diberikan secara lebih terpadu sesuai kebutuhan peserta.
“Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai kebutuhan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan pendampingnya. Kami berharap kolaborasi lintas fakultas dan lintas disiplin seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga hasil pendidikan dan keilmuan di UGM dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Dr. Rini.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibiayai melalui Hibah Penelitian Sekolah Pascasarjana (SPS) UGM. Tim pelaksana terdiri atas tenaga profesional dan akademisi dari berbagai bidang, antara lain dokter neurologi dan dokter saraf dari FK-KMK UGM, dokter gigi dari FKG UGM, para residen FK-KMK UGM, serta mahasiswa Magister Teknik Biomedis.
Keterlibatan berbagai bidang tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan layanan kesehatan terpadu. Selain pemeriksaan, peserta juga memperoleh informasi dan edukasi yang diharapkan dapat membantu keluarga maupun pengasuh dalam melakukan pendampingan kesehatan sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan yang didanai oleh hibah penelitian SPs ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis : Arni W

