Yogyakarta, 29 September 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Paparan Hasil Self-Assessment UI GreenMetric (UIGM) dan Times Higher Education (THE) Impact Rankings Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung secara luring di Ruang Rapat Timur Lantai 2 SPs UGM ini diselenggarakan guna mengevaluasi serta memetakan capaian pemeringkatan keberlanjutan institusi dan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
FGD yang diinisiasi oleh Kantor Administrasi SPs UGM ini dihadiri oleh jajaran Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan, Tim Kerja Administrasi, Keuangan, dan Umum, serta para pengelola data di lingkungan SPs UGM. Agenda utama diawali dengan paparan hasil Self-Assessment UI GreenMetric 2026 yang disampaikan secara berurutan oleh tim UIGM, yaitu Zahra Afifa Rahmasari, S.Ars., Achmad Ali Chaedhori, S.Sos., Aris Suhardi, Diro Yuniarto Prasetyo, Asti Rahmaningrum, S.Stat., Reynata Tri Damayanti, S.Kom., dan Arfikah Istari, A.Md. Sesi ini mengulas evaluasi indikator kelestarian lingkungan kampus, mencakup tata kelola sarana-prasarana, pengelolaan energi, penanganan sampah, efisiensi penggunaan air, hingga integrasi pendidikan berbasis lingkungan.
Sesi kedua berfokus pada paparan hasil Self-Assessment THE Impact Rankings 2026 yang mengukur kontribusi SPs UGM terhadap 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Pemaparan dibagi secara sistematis oleh sembilan presenter, yaitu Zahra Afifa Rahmasari, S.Ars. yang membawakan SDG 1 dan 2, Desla Kusuma Wardani, S.E. untuk SDG 3 dan 4, Siti Muyasaroh, S.M. untuk SDG 5 dan 6, Yeti Susilowati, S.AP. untuk SDG 7 dan 8, Berlian Belasuni, S.Pd. untuk SDG 9 dan 10, Muthia Nur Arifah, S.E. untuk SDG 11 dan 12, Alfina Asha Putri Ramadhani, S.E. untuk SDG 13 dan 14, Burhanul Aqil, S.Pd. untuk SDG 15 dan 16, serta Arfikah Istari, A.Md. yang memaparkan SDG 17.
Secara khusus pada pembahasan SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang menjadi pilar wajib (mandatory) dalam THE Impact Rankings, Arfikah Istari, A.Md. menguraikan evaluasi mendalam atas tiga klaster indikator utama. Klaster pertama mencakup hubungan kemitraan pendukung tujuan melalui keterlibatan perumusan kebijakan bersama pemerintah dan NGO, penyelenggaraan dialog lintas sektor, kolaborasi data internasional, penyusunan best practice global, serta program relawan dan riset bersama LSM. Selanjutnya, klaster kedua menekankan publikasi laporan keterbukaan capaian untuk seluruh pilar SDG 1 hingga SDG 17, baik melalui laporan tahunan terpadu maupun laporan terpisah. Sementara itu, klaster ketiga mengulas komitmen pendidikan keberlanjutan yang diwujudkan melalui pengintegrasian materi keberlanjutan dalam kurikulum, penyediaan mata kuliah khusus SDGs, program edukasi bagi masyarakat luas, serta pengukuran tingkat literasi keberlanjutan (sustainable literacy) mahasiswa.
Melalui diskusi interaktif ini, SPs UGM mempertegas komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola kampus hijau serta memperkuat pengintegrasian nilai-nilai keberlanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hasil dari FGD ini menjadi pijakan strategis dalam penyempurnaan pelaporan data serta pendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan SPs UGM.
Tags: Sekolah Pascasarjana UGM, FGD, UI GreenMetric, THE Impact Rankings, Sustainable Development Goals (SDGs), Keberlanjutan Kampus, Self-Assessment, SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Kesetaraan Gender, SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 Ekosistem Lautan, SDG 15 Ekosistem Daratan, SDG 16 Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan Tangguh, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Berlian Belasuni



