SLEMAN, 29 Agustus 2026 — Program Studi Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan keberlanjutan Mina Wisata Technopark di Kampung Mina Padi Samberembe, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026 dengan mengintegrasikan penguatan masyarakat, pertanian, perikanan, dan pengelolaan potensi wisata.
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Keberlanjutan Ekosistem Mina Wisata Technopark”, kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan meliputi layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, peresmian simbolis di kawasan kolam Mina Padi, edukasi pertanian dan perikanan, serta penguatan kapasitas kelompok masyarakat. Kegiatan melibatkan sivitas akademika UGM, pemerintah daerah, kelompok tani, kelompok perikanan, karang taruna, dan masyarakat Kampung Mina Padi Samberembe.
Ketua Tim Pengusul PKM, Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D., mengatakan program tersebut disusun berdasarkan pemetaan persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan sekaligus menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Berdasarkan identifikasi kami, persoalan utama terletak pada manajemen pengelolaan wisata dan terhentinya produksi budidaya ikan akibat hama musang air. Oleh karena itu, intervensi difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan inovasi tepat guna,” jelasnya.
Dalam aspek pertanian dan perikanan, tim PKM menghadirkan Dr. Priadi Setyawan, S.P., M.Si., Dosen Akuakultur UGM, dan Dody Kastono, S.P., M.P., Dosen Agronomi UGM. Keduanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan budidaya perikanan dan pertanian yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi kawasan Mina Padi Samberembe.
Selain edukasi, tim PKM memberikan bibit ikan untuk ditebar di kolam Mina Padi. Tim juga membuat percontohan pagar pelindung untuk membantu mengantisipasi serangan predator, khususnya musang air yang sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam produksi ikan.
Program tersebut memadukan sejumlah bidang keilmuan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Pengetahuan akuakultur dan agronomi diarahkan untuk mendukung peningkatan produksi, sedangkan perspektif Ketahanan Nasional digunakan untuk melihat pengelolaan potensi lokal dalam kaitannya dengan ketahanan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Selain aspek produksi, PKM juga memberikan perhatian pada pengelolaan Mina Wisata Technopark. Sebelumnya, aktivitas wisata di kawasan tersebut mengalami stagnasi sehingga diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan organisasi pengelola agar potensi wisata dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Keterlibatan kelompok tani, kelompok perikanan, dan karang taruna menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Masing-masing kelompok memiliki peran dalam pengelolaan pertanian, perikanan, maupun pengembangan potensi wisata di lingkungan Kampung Mina Padi Samberembe.
Melalui pendekatan partisipatif, tim PKM tidak hanya memberikan pelatihan dan bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat terlibat sejak tahap identifikasi persoalan hingga pengembangan solusi. Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal.
Program PKM Prodi Ketahanan Nasional UGM di Samberembe juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penguatan kapasitas masyarakat di bidang pertanian dan perikanan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan. Sementara itu, penguatan kelembagaan pengelola wisata serta kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan dan kelembagaan yang lebih kuat di tingkat lokal.
Melalui program tersebut, Kampung Mina Padi Samberembe diharapkan dapat mengembangkan kembali potensi mina wisata secara bertahap. Penguatan produksi pertanian dan perikanan, pengelolaan wisata, serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan potensi lokal dan memperkuat ketahanan masyarakat Samberembe.
Penulis: Alberthin Lucas, Sinfan Najia
Editor : ArfikahI



