Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) menjadi salah satu inovasi yang mendukung pengelolaan sampah secara lebih terukur dan berbasis data di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Timbangan Sampah IoT, berat timbulan sampah dapat diukur secara real-time di titik pengumpulan (pick-up point), kemudian data hasil pengukuran dikirimkan dan terintegrasi ke dalam sistem digital. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan, evaluasi, dan perencanaan pengelolaan sampah di lingkungan UGM.
Timbangan Sampah IoT dilengkapi dengan load cell tipe strain gauge dengan kapasitas 150 kg dan resolusi ±0,1 kg. Sistem ini didukung oleh mikrokomputer Arduino Nano dan Raspberry Pi 3B+, koneksi Wi-Fi dan/atau LAN, serta layar LCD berukuran 7 inci. Hasil penimbangan kemudian terhubung dengan server IoT dan dapat dipantau melalui dashboard berbasis web yang menyediakan informasi mengenai berat dan histori timbulan sampah.
Dalam penerapannya di lingkungan UGM, sampah diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik atau sisa makanan, sampah daur ulang atau anorganik, residu, serta sapuan berupa daun dari area dalam maupun luar ruangan. Klasifikasi tersebut memungkinkan data timbulan sampah tercatat secara lebih terstruktur berdasarkan komposisinya.
Proses penimbangan diawali dengan memilih lokasi asal sampah melalui menu Setting, kemudian menentukan kategori sampah, yaitu sampah keluar atau sampah masuk. Setelah itu, pengguna memilih klasifikasi sampah yang sesuai, menyiapkan wadah, dan meletakkan sampah pada bagian timbangan. Sebelum melakukan pengukuran, koneksi internet perlu dipastikan telah terhubung.
Jika penimbangan dilakukan tanpa menggunakan wadah, pengguna dapat menekan tombol “Timbang”. Sementara itu, apabila menggunakan wadah, seperti ember, tombol “Tara” digunakan agar berat wadah tidak ikut diperhitungkan dalam hasil pengukuran. Setelah penimbangan selesai, tombol “Selesai” digunakan untuk mengirimkan data hasil pengukuran ke server.
Integrasi antara perangkat penimbangan dan sistem digital memungkinkan pencatatan timbulan sampah di lingkungan UGM dilakukan secara lebih terstruktur. Data yang terkumpul tidak hanya menunjukkan berat sampah, tetapi juga dapat digunakan untuk memantau perkembangan timbulan dan komposisi sampah dari waktu ke waktu.
Data hasil penimbangan selanjutnya dapat dipantau melalui Dashboard Timbangan Sampah IoT. Dashboard tersebut menyajikan informasi mengenai komposisi sampah keluar dan masuk pada setiap fakultas, timbulan sampah keluar dan masuk, komposisi timbulan sampah harian dan tren selama satu bulan, serta timbulan sampah setiap fakultas per kapita per hari.
Ketersediaan data secara digital dan real-time memberikan dukungan bagi pengelolaan sampah di lingkungan UGM yang lebih berbasis data. Informasi mengenai berat dan komposisi timbulan sampah dapat menjadi dasar untuk melakukan pemantauan dan evaluasi, sekaligus mendukung perencanaan pengelolaan sampah sesuai dengan kondisi yang terukur.
Melalui integrasi perangkat penimbangan, jaringan internet, server, dan dashboard, Timbangan Sampah IoT menjadi salah satu penerapan teknologi digital yang mendukung upaya UGM dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur dan terdokumentasi. Pemanfaatan data timbulan secara sistematis diharapkan dapat memperkuat proses evaluasi dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan sampah di lingkungan UGM.
Dashboard Timbangan Sampah IoT dapat diakses melalui SIPS IoT UGM. SIPS IoT UGM
Kegiatan ini selaras dengan penerapan SDGs ke 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Nomor 4 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Nomor 9 tentang Industri Inovasi dan Infrastruktur, Nomor 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan serta Nomor 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Penulis: Ninda Syifa
Editor: Arni W

