• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • UGM Dorong Pengembangan Ekosistem Ilmu Ketahanan Strategis Bangsa Menuju Abad Kedua Kemerdekaan

UGM Dorong Pengembangan Ekosistem Ilmu Ketahanan Strategis Bangsa Menuju Abad Kedua Kemerdekaan

  • Berita
  • 31 Agustus 2026, 10.41
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Universitas Gadjah Mada (UGM) terus mendorong pengembangan ilmu ketahanan nasional yang mampu merespons perubahan lingkungan strategis global yang semakin kompleks. Tidak hanya membutuhkan sistem pertahanan yang kuat, Indonesia juga memerlukan ekosistem ilmu pengetahuan yang dapat menghasilkan pemikiran dan kebijakan strategis secara adaptif dalam menghadapi tantangan geopolitik, ekonomi, sosial budaya, hingga perkembangan teknologi.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Seminar Nasional bertajuk “Membangun Ekosistem Ilmu Ketahanan Strategis Bangsa untuk Meneguhkan Kejayaan Indonesia Raya Menuju Abad Kedua Kemerdekaan” yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ketahanan Nasional dan Program Studi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana UGM, Senin (27/7), di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta secara luring dan daring dengan menghadirkan unsur pemerintah, TNI, akademisi, serta praktisi untuk membahas arah pengembangan Ilmu Ketahanan Nasional Indonesia.

Membuka seminar, Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng. menyampaikan bahwa Program Magister dan Doktor Ketahanan Nasional diharapkan dapat melahirkan ilmuwan yang menghasilkan pemikiran orisinal dengan berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara, dan karakter geostrategis Indonesia. Menurutnya, ketahanan nasional merupakan disiplin ilmu yang bersifat multidisiplin sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk membangun bangsa yang adaptif dan berkelanjutan.

“Ketahanan nasional merupakan disiplin ilmu yang bersifat multidisiplin,” ujarnya. Ia berharap seminar tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi pengembangan kurikulum Ilmu Ketahanan Nasional di masa mendatang.

Sebagai keynote utama, Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Kementerian Pertahanan RI Sabrang Mowo Damar Panuluh mengajak kalangan akademisi untuk membangun cara pandang yang lebih kritis terhadap konsep ketahanan nasional. Perguruan tinggi, menurutnya, merupakan ruang untuk mengembangkan sekaligus menguji berbagai konsep, termasuk mempertanyakan kembali kepentingan nasional yang sesungguhnya perlu dipertahankan.

Ia menekankan bahwa ancaman tidak selalu berasal dari luar negeri, tetapi juga dapat muncul dari ketidakmampuan memahami jati diri bangsa. Karena itu, pemetaan ancaman perlu diawali dengan pemahaman yang utuh mengenai identitas nasional dan kepentingan yang hendak dijaga. Ia juga mengingatkan bahwa konflik pada hakikatnya dapat berawal dari perbedaan persepsi sehingga kemampuan mengelola persepsi menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan bangsa.

Perspektif pembangunan dan pariwisata turut menjadi bagian dalam pembahasan ketahanan nasional. Pada sesi keynote strategis, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementerian Pariwisata RI Faisal, S.ST.Par., M.M.Par., CHE. menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata menuju Indonesia Emas 2045 diarahkan pada pengembangan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan pasar global.

Penguatan keterkaitan antara perguruan tinggi dan dunia industri dinilai penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pengentasan kemiskinan. Sektor pariwisata juga memiliki keterkaitan dengan dinamika geopolitik sehingga dapat menjadi salah satu instrumen dalam memperkuat ketahanan nasional.

Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menilai pendekatan pentahelix yang dikembangkan UGM dapat menjadi model kolaborasi dalam memperkuat pemahaman dan implementasi pertahanan nasional. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media menjadi modal penting untuk membangun ketahanan bangsa dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY Lilik Andi Aryanto turut menegaskan pentingnya dukungan akademisi bagi Pemerintah Daerah DIY, khususnya dalam memperkuat sistem deteksi dini, pencegahan konflik, serta penyusunan kebijakan berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan wilayah.

Pada sesi panel forum, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo menjelaskan bahwa paradigma pertahanan negara perlu terus bertransformasi mengikuti perubahan karakter ancaman global. Menurutnya, lingkungan strategis dunia telah bergeser dari kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuju BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible).

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ancaman semakin bersifat multidomain dan tidak lagi terbatas pada aspek militer. Karena itu, pertahanan modern perlu mengintegrasikan seluruh instrumen nasional, sementara penggunaan kekuatan militer ditempatkan sebagai pilihan terakhir dalam penyelesaian konflik. Indonesia, menurutnya, telah memiliki modal strategis berupa Pancasila, UUD 1945, Ketahanan Nasional, dan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengorkestrasi seluruh sumber daya nasional dalam satu sistem pertahanan yang komprehensif.

Perspektif sosial turut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan bangsa. Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyoroti kerukunan sebagai salah satu fondasi utama ketahanan nasional. Menurutnya, pembangunan tidak dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa kehidupan masyarakat yang harmonis. Di tengah persaingan global dan masuknya berbagai pengaruh ideologi dari luar, penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan kerukunan menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan Indonesia.

Menutup sesi panel, Ketua Program Studi Ketahanan Nasional UGM Prof. Priyono Suryanto memperkenalkan gagasan Ekosistem Ilmu Ketahanan Strategis Bangsa sebagai arah baru pengembangan Ilmu Ketahanan Nasional. Gagasan tersebut berangkat dari masih adanya valley of death, yaitu kondisi ketika pengetahuan, teknologi, kebijakan, kelembagaan, dan berbagai aktor pembangunan berjalan secara terpisah sehingga belum menghasilkan dampak strategis secara optimal.

Di tengah perubahan geopolitik dunia menuju era bipolar dan multi aligned, Ilmu Ketahanan Nasional dinilai perlu mengalami evolusi paradigma, dari sekadar kemampuan untuk pulih menuju kemampuan untuk beradaptasi dan bertransformasi. Transformasi tersebut diwujudkan melalui konsep Realisme Adaptif Transformatif, yang mengintegrasikan kemampuan pemulihan, pembelajaran adaptif, dan transformasi sistem secara berkelanjutan.

Implementasi paradigma tersebut diarahkan melalui transformasi kurikulum, pembangunan laboratorium intelijen dan simulasi strategi, serta penguatan kepemimpinan strategis. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem ilmu yang mampu mendukung proses pengambilan keputusan nasional berbasis pengetahuan.

Melalui seminar nasional ini, Sekolah Pascasarjana UGM menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Ilmu Ketahanan Nasional yang responsif terhadap dinamika lingkungan strategis. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, TNI, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat ekosistem ilmu ketahanan strategis yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perumusan kebijakan dan penguatan ketahanan bangsa menuju abad kedua kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan ini selaras dengan penerapan SDGs nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Nomor 4 Tentang Pendidikan Berkualitas, Nomor 16 tentang Perdamaian dan Kelembagaan yang Tangguh serta Nomor 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Penulis: Ninda Syifa

Editor : Arni W

Tags: SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Recent Posts

  • Student Gathering Magister Kajian Pariwisata Hadirkan “Gempita Wastra Pariwisata”, Rayakan Kekayaan Wastra Nusantara
  • Dari Kelas ke Lapangan: Mahasiswa Baru Magister Pengelolaan Lingkungan Menelusuri Dinamika Bentang Alam Yogyakarta
  • Prodi S3 Ilmu Lingkungan SPs UGM Selenggarakan Dissertation Camp & Student Gathering: Perkuat Kolaborasi Akademik melalui Keterlibatan Multidisiplin
  • SPs UGM Perluas Jejaring Akademik melalui Partisipasi pada Railway Tech Indonesia 2026
  • Mahasiswa Magister Kajian Pariwisata SPs UGM Ikuti Geofest 2025 di Kebumen
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju