Yogyakarta, 19 April 2026 – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Tahun 3 Community and Family Health Care Interprofessional Education (CFHC-IPE). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Huda dan Lapangan Voli Dusun Jetis Cerbonan, Kelurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kab. Sleman.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan kesiapsiagaan bencana yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berfokus pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem. Dengan membangun komunitas yang tangguh, inisiatif ini juga mendukung diversifikasi industri melalui promosi pendidikan kesehatan dan kesiapan bencana.
Dr. Edwin Maulana, S.Pd., M.Sc., selaku koordinator jaminan mutu Program Studi Magister Manajemen Bencana di UGM, diundang sebagai narasumber untuk berbagi ilmu dan pengetahuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Wawasan beliau sangat berharga dalam membimbing peserta tentang cara mengelola risiko kesehatan dan bencana di lingkungan lokal mereka.
Tema dasar kegiatan ini, “Sadar Sehat, Sadar Bencana: Kolaborasi untuk Komunitas Tangguh,” mendorong anggota masyarakat untuk aktif terlibat dalam pelatihan tanggap bencana. Materi yang disampaikan Dr. Edwin Maulana mengenai “Mitigasi Bencana Angin Kencang dan Angin Puting Beliung”.
Peserta kegiatan ini terdiri dari mahasiswa dan masyarakat yang berkolaborasi untuk memberikan pendidikan kesehatan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana yang komprehensif. Pendekatan lintas profesi ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat menerima informasi yang menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab akan pengambilan kebijakan terkait tata ruang serta mewajibkan asuransi rumah di wilayah rawan. Saat kegiatan berakhir, peserta menyampaikan rasa terima kasih atas pengetahuan yang diperoleh dan pentingnya inisiatif semacam ini dalam membangun komunitas yang tangguh. Keberhasilan acara ini menjadi model untuk kolaborasi di masa depan antara institusi akademik dan masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan kebencanaan.
Penulis : Siti Muyasaroh


