Yogyakarta – Program Studi Doktor dan Magister Kajian Pariwisata, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan Workshop Kurikulum pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di Grand Hotel de Djokja, Jalan Malioboro. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka implementasi kurikulum baru untuk tahun akademik 2026 yang diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan keilmuan dan kebutuhan industri pariwisata yang semakin dinamis.
Workshop ini dihadiri oleh para dosen, pakar, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan kurikulum, baik dari lingkungan internal UGM maupun eksternal. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kurikulum yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif dan kontekstual terhadap perkembangan global.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan sesi morning coffee sebagai ajang silaturahmi dan diskusi awal antar peserta. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi pada pukul 09.00 WIB, yang menandai dimulainya rangkaian diskusi intensif terkait evaluasi dan penyusunan kurikulum baru. Berdasarkan susunan acara, sesi awal difokuskan pada review Kurikulum S2 Kajian Pariwisata tahun 2023 sekaligus penyusunan kerangka kurikulum 2026.
Dalam sesi ini, peserta membahas berbagai aspek penting, mulai dari relevansi mata kuliah, capaian pembelajaran lulusan, hingga integrasi pendekatan interdisipliner yang menjadi ciri khas Kajian Pariwisata. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif yang menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, perubahan perilaku wisatawan, serta isu-isu keberlanjutan dalam pariwisata.
Memasuki sesi berikutnya, pembahasan difokuskan pada penyelarasan kurikulum antara jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3). Hal ini menjadi krusial untuk memastikan kesinambungan pembelajaran serta penguatan jalur akademik bagi mahasiswa yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Penyelarasan ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi Program Studi Kajian Pariwisata sebagai pusat keunggulan dalam pengembangan ilmu pariwisata di tingkat nasional maupun internasional.
Setelah jeda ishoma, kegiatan dilanjutkan dengan sesi review kurikulum Program Doktor Kajian Pariwisata. Dalam sesi ini, para peserta mengevaluasi struktur kurikulum yang ada, termasuk relevansi mata kuliah, bobot penelitian, serta kontribusi program terhadap pengembangan keilmuan pariwisata. Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan metodologi penelitian dan publikasi ilmiah sebagai bagian integral dari pendidikan doktoral.
Sesi penyusunan kurikulum S3 menjadi salah satu bagian penting dalam workshop ini. Para peserta bersama-sama merumuskan struktur kurikulum yang lebih adaptif, dengan mempertimbangkan perkembangan isu global seperti pariwisata berkelanjutan, digitalisasi industri pariwisata, serta dinamika sosial budaya dalam konteks pariwisata. Diskusi yang berlangsung secara kolaboratif ini menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk penyempurnaan kurikulum ke depan.
Workshop ditutup dengan sesi perumusan kesimpulan dan rencana tindak lanjut. Dalam sesi ini, berbagai hasil diskusi dirangkum menjadi poin-poin strategis yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum final. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan rumusan teknis, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang Kajian Pariwisata.
Ketua Program Studi Magister Kajian Pariwisata, Dr. rer. pol. Dyah Widiyastuti, S.T., M.CP., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah penting dalam memastikan kurikulum yang disusun mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menekankan bahwa kurikulum harus bersifat adaptif, inovatif, serta mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Program Studi Doktor dan Magister Kajian Pariwisata UGM dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan serta menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata, baik di tingkat nasional maupun global.
Workshop kurikulum ini menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi melalui evaluasi dan inovasi berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjawab tantangan pembangunan pariwisata di era modern.
Penulis : Khoirul Mujazanah


