Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa baru Minat Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, mengikuti kegiatan orientasi lapangan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan defisiensi. Mengangkat tema bentang alam dan lingkungan, kegiatan ini mengajak mahasiswa menelusuri sejumlah kawasan di Yogyakarta, mulai dari wilayah perkotaan, Graben Bantul, hingga gumuk pasir Parangtritis.
Kegiatan dirancang untuk memperkenalkan kondisi lingkungan secara langsung sekaligus menghubungkan proses geomorfologi dengan pemanfaatan ruang serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam perjalanan lapangan, mahasiswa memperoleh penjelasan dari Dr. Langgeng Wahyu Santosa mengenai keragaman bentuk lahan di sepanjang jalur Merapi–Graben Bantul hingga Parangtritis. Mahasiswa mengamati berbagai bentuk lahan, antara lain vulkanik, fluvial, struktural, aeolian, karst, hingga Basin Wonosari. Keragaman tersebut menunjukkan keterkaitan berbagai proses alam, seperti aktivitas vulkanik, erosi, sedimentasi, aliran sungai, dan dinamika pesisir dalam membentuk bentang alam Yogyakarta.
Salah satu lokasi pembelajaran utama adalah kawasan gumuk pasir Parangtritis, tempat mahasiswa mengamati proses pembentukan bentang alam eolian melalui pengangkutan dan pengendapan material pasir oleh angin. Kawasan ini sekaligus menunjukkan bahwa bentang alam merupakan bagian dari sistem lingkungan yang terus berinteraksi dengan perubahan penggunaan lahan, aktivitas wisata, pembangunan, vegetasi, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Lebih dari sekadar orientasi, kegiatan Menelusuri Bentang Alam Yogyakarta menjadi ruang pembelajaran untuk menghubungkan teori dengan realitas lapangan serta memahami keterkaitan antara proses alam, ruang, masyarakat, dan persoalan lingkungan. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman bahwa pengelolaan wilayah membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan karakteristik dan dinamika lingkungan secara menyeluruh. Mahasiswa diharapkan mampu memahami potensi dan kerentanan suatu wilayah sebagai dasar dalam merumuskan pengelolaan lingkungan yang bijaksana, adaptif, dan berkelanjutan.
Penulis: Siti Muyasaroh

