Tokyo, 5 Juli 2026 — Mahasiswa Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada (UGM), Isradina Paricha, berpartisipasi sebagai presenter dalam Asian Studies Conference Japan (ASCJ) 2026 yang diselenggarakan pada 4–5 Juli 2026 di Sophia University, Tokyo, Jepang.
Dalam konferensi tersebut, Isradina bergabung dalam panel “Engendering Relevance, Moving Beyond Present State: Critical Perspectives on the Cultural Heritage of Indonesia” dan mempresentasikan penelitian berjudul “Curator’s Paradox: Reviving Collection Narrative and Re-reading the Bibis Museum in Bangunjiwo in a Post-colonial Perspective.”
Penelitian tersebut mengkaji Museum Bibis di Bangunjiwo dengan menyoroti tantangan dalam praktik pelestarian dan kuratorial warisan budaya. Pemindahan koleksi ke ruang museum dan penyajiannya dalam vitrin berpotensi memisahkan objek dari konteks sosial, historis, dan kultural asalnya, sehingga koleksi dapat dipahami hanya sebagai artefak statis.
Melalui perspektif pascakolonial, penelitian ini menawarkan pembacaan Museum Bibis sebagai ruang yang memungkinkan makna warisan budaya terus dinegosiasikan. Upaya menghidupkan kembali koleksi dilakukan melalui penguatan narasi, pelibatan masyarakat, serta kemungkinan intervensi artistik untuk membangun kembali hubungan antara objek, ruang, seniman, dan komunitas.
Partisipasi Isradina dalam ASCJ 2026 turut memperluas diskursus akademik mengenai museum, kuratorial, dan pelestarian warisan budaya Indonesia. Kehadiran tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring akademik internasional, sekaligus memperkenalkan perspektif Indonesia mengenai pengelolaan warisan budaya yang kontekstual, inklusif, dan partisipatif.
Penulis: Isradina
Editor: Arfikahi

