Bogor–Sukabumi, 3–5 September 2026 – Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perkumpulan Program Studi Ilmu Lingkungan Indonesia (PEPSILI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di IPB University, Bogor. Keikutsertaan tersebut mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari International Workshop, Pelatihan Kompetensi, sosialisasi dan pendalaman teknis akreditasi LAM DEPILAR, Musyawarah Nasional (MUNAS) PEPSILI, hingga kegiatan fieldtrip di Situ Gunung, Sukabumi.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan SPs UGM untuk terus memperkuat jejaring akademik dan kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan lingkungan di tingkat nasional.
Dalam rangkaian Rakernas PEPSILI, Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan SPs UGM turut berpartisipasi dalam International Workshop bertajuk “From Knowledge to Action: Strengthening Environmental Management and Governance through Multi-Stakeholder Engagement”. Forum tersebut menghadirkan akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional untuk membahas berbagai perspektif mengenai penegakan hukum lingkungan, pengelolaan limbah berkelanjutan, tata kelola multipihak, serta pendekatan transdisipliner dalam pengelolaan lingkungan. SPs UGM diwakili oleh Dr. Sudaryatno, M.Si. dari Magister Ilmu Lingkungan dan Prof. Dr. Drs. Eko Haryono, M.Si. dari Doktor Ilmu Lingkungan. (Selengkapnya: https://lingkungan.pasca.ugm.ac.id/2026/09/07/magister-dan-doktor-ilmu-lingkungan-sps-ugm-berpartisipasi-dalam-international-workshop-pengelolaan-lingkungan/)
Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui Pelatihan Kompetensi bertajuk “Governance in Natural Resource and Environmental Management” yang diselenggarakan melalui kerja sama PEPSILI dan IPB University. Delegasi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan SPs UGM yang terdiri atas ketua program studi, koordinator penjaminan mutu, dosen, dan tenaga kependidikan mengikuti berbagai materi terkait tata kelola penjaminan mutu pendidikan tinggi, pemanfaatan sistem informasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, serta penguatan integritas dan antikorupsi. (Selengkapnya: https://lingkungan.pasca.ugm.ac.id/2026/09/08/tingkatkan-efektivitas-governance-in-natural-resource-and-environmental-management-magister-dan-doktor-ilmu-lingkungan-aktif-dalam-pelatihan-kompetensi-oleh-pepsili-di-ipb-universit/)
Salah satu agenda penting dalam pelatihan tersebut adalah sosialisasi Lembaga Akreditasi Mandiri Desain, Perencanaan, Lingkungan, dan Arsitektur (LAM DEPILAR). Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada pengelola Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan SPs UGM mengenai perkembangan kelembagaan, cakupan akreditasi, instrumen IAPS DEPILAR 1.0, serta berbagai perangkat dan mekanisme yang diperlukan dalam proses akreditasi program studi. Sosialisasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan program studi dalam menghadapi perkembangan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. (Selengkapnya: https://lingkungan.pasca.ugm.ac.id/2026/09/09/perkuat-kesiapan-akreditasi-magister-dan-doktor-ilmu-lingkungan-sps-ugm-dalami-teknis-akreditasi-lam-depilar/)
Partisipasi aktif SPs UGM juga berlanjut dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) PEPSILI 2026. Forum strategis tersebut membahas penguatan organisasi dan arah pengembangan pendidikan Ilmu Lingkungan di Indonesia, termasuk finalisasi AD/ART, laporan pertanggungjawaban komisi, serta pemilihan Ketua PEPSILI periode 2026–2030. Dalam MUNAS tersebut, Prof. Dr. Eko Haryono terpilih sebagai Ketua PEPSILI periode 2026–2030. Selain itu, Dr. Emilya Nurjani dipercaya sebagai Wakil Bendahara dan Dr. Priyaji Agung Pambudi sebagai bagian dari Sekretariat. Capaian ini semakin memperkuat kontribusi sivitas akademika UGM dalam pengembangan jejaring dan kelembagaan pendidikan Ilmu Lingkungan di tingkat nasional. (Selengkapnya: https://lingkungan.pasca.ugm.ac.id/2026/09/10/munas-pepsili-2026-sukses-digelar-prof-eko-haryono-terpilih-lanjutkan-estafet-sebagai-ketua-pepsili-periode-2026-2030/)
Melengkapi seluruh rangkaian agenda, delegasi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan SPs UGM mengikuti kegiatan fieldtrip di kawasan Situ Gunung, Sukabumi. Kegiatan yang mengusung semangat “Selamatkan Bumi dengan Aksi Nyata yang Berdampak” tersebut meliputi Environmental Rapid Assessment dan trekking sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung untuk memahami kondisi lingkungan serta menghubungkan konsep-konsep akademik dengan dinamika nyata di lapangan. (Selengkapnya: https://lingkungan.pasca.ugm.ac.id/2026/09/11/lengkapi-rangkaian-agenda-rakernas-pepsili-delegasi-ugm-ikuti-fieldtrip-di-situ-gunung/)
Secara keseluruhan, keterlibatan Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan SPs UGM dalam rangkaian Rakernas PEPSILI 2026 menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat kapasitas akademik, tata kelola dan penjaminan mutu pendidikan, jejaring kelembagaan, serta kolaborasi dalam pengembangan keilmuan lingkungan. Rangkaian kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara pembelajaran, penelitian, tata kelola, dan pengalaman lapangan sebagai bagian dari upaya menghadapi kompleksitas persoalan lingkungan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Ulyn Nuha
Editor: Siti Muyasaroh





