• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UGM Gelar Rangkaian Studi Lapangan, Perkuat Pemahaman Lingkungan Berkelanjutan

Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UGM Gelar Rangkaian Studi Lapangan, Perkuat Pemahaman Lingkungan Berkelanjutan

  • Berita
  • 6 Mei 2026, 08.12
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melaksanakan serangkaian kegiatan studi dan kuliah lapangan pada April 2026 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini mencakup tiga lokasi berbeda, yakni kawasan Sungai Code di Yogyakarta, Situs Song Terus dan bentang karst di Pacitan, serta kawasan Bompon di Magelang.

Kegiatan pertama bertajuk Studi Lapangan Sungai Code Yogyakarta dilaksanakan pada 6 April 2026. Mahasiswa mengikuti pembelajaran langsung di kawasan bantaran Sungai Code untuk mendalami pengelolaan lingkungan di wilayah padat penduduk perkotaan. Fokus utama kegiatan ini meliputi tata ruang permukiman, sistem sanitasi, serta dinamika sosial-ekologis masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

Melalui pendampingan Prof. Bakti Setiawan, prinsip manajemen lingkungan dipahami tidak hanya sebagai pengaturan aspek teknis, tetapi juga sebagai rekayasa sosial, ekonomi, dan spasial yang terwujud dalam prinsip lokal 3M: Mundur, Munggah, Madhep Kali. Mahasiswa belajar bahwa modal sosial, seperti ikatan antar warga, jejaring komunitas, dan hubungan dengan institusi formal, kunci keberlangsungan layanan dasar seperti sanitasi komunal, IPAL, dan penyediaan air minum berbasis komunitas di tengah tantangan legalitas dan ketimpangan sektor formal–informal.

Pengalaman ini diperdalam melalui kuliah lapangan pada 11 April 2026 di Situs Goa dan Museum Song Terus Pacitan, yang mana bentang karst dan tinggalan arkeologis mengajarkan keterkaitan erat antara dinamika lingkungan fisik dengan evolusi budaya manusia dalam perspektif ekologi geografi. Melalui pendampingan dosen Lingkungan Budaya, mahasiswa menelaah artefak, laboratorium, dan ruang konservasi untuk memahami bagaimana pengetahuan ilmiah, warisan budaya, dan pelestarian situs prasejarah dipadukan dalam kerangka pendidikan berkualitas dan kota–komunitas berkelanjutan.

Rangkaian pembelajaran lapangan ini dilengkapi dengan eksplorasi Kawasan Bompon, Magelang, pada 18 April 2026. Sebanyak 14 mahasiswa bersama Prof. Junun Sartohadi, menelusuri proses pembentukan tanah, fenomena alterasi hidrotermal, hingga risiko longsor kronis sebagai dasar merancang konservasi produktif yang adaptif terhadap dinamika geomorfologi. Melalui observasi langsung, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan, termasuk upaya mitigasi degradasi tanah dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Secara keseluruhan, tiga kegiatan lapangan ini menegaskan bahwa penelitian dan manajemen lingkungan yang relevan tidak selalu bertumpu pada teori besar, melainkan berawal dari isu di depan mata yang diolah menjadi pembelajaran empiris untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Penulis : Siti Muyasaroh

Tags: lingkungan dan budaya rekayasa sosial SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Recent Posts

  • Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UGM Gelar Rangkaian Studi Lapangan, Perkuat Pemahaman Lingkungan Berkelanjutan
  • Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan SPs UGM Raih Bronze Medal di Ajang Internasional melalui Inovasi Pangan Berkelanjutan
  • Webinar SAFE (Seminar On Awareness For Everyone) “Menghadapi Krisis di Balik Cakrawala: Kesiapsiagaan Indonesia Menghadapi Prediksi Kemarau Panjang 2026”
  • Koordinasi Akademik Program Studi Doktor Kependudukan SPs UGM, Bahas Strategi Pendidikan Berkelanjutan
  • Kolaborasi Lintas Profesi Mahasiswa UGM di Sleman: Edukasi Kesehatan dan Kesiapsiagaan Bencana bagi Masyarakat
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY