Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melaksanakan serangkaian kegiatan studi dan kuliah lapangan pada April 2026 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini mencakup tiga lokasi berbeda, yakni kawasan Sungai Code di Yogyakarta, Situs Song Terus dan bentang karst di Pacitan, serta kawasan Bompon di Magelang.
Kegiatan pertama bertajuk Studi Lapangan Sungai Code Yogyakarta dilaksanakan pada 6 April 2026. Mahasiswa mengikuti pembelajaran langsung di kawasan bantaran Sungai Code untuk mendalami pengelolaan lingkungan di wilayah padat penduduk perkotaan. Fokus utama kegiatan ini meliputi tata ruang permukiman, sistem sanitasi, serta dinamika sosial-ekologis masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.
Melalui pendampingan Prof. Bakti Setiawan, prinsip manajemen lingkungan dipahami tidak hanya sebagai pengaturan aspek teknis, tetapi juga sebagai rekayasa sosial, ekonomi, dan spasial yang terwujud dalam prinsip lokal 3M: Mundur, Munggah, Madhep Kali. Mahasiswa belajar bahwa modal sosial, seperti ikatan antar warga, jejaring komunitas, dan hubungan dengan institusi formal, kunci keberlangsungan layanan dasar seperti sanitasi komunal, IPAL, dan penyediaan air minum berbasis komunitas di tengah tantangan legalitas dan ketimpangan sektor formal–informal.
Pengalaman ini diperdalam melalui kuliah lapangan pada 11 April 2026 di Situs Goa dan Museum Song Terus Pacitan, yang mana bentang karst dan tinggalan arkeologis mengajarkan keterkaitan erat antara dinamika lingkungan fisik dengan evolusi budaya manusia dalam perspektif ekologi geografi. Melalui pendampingan dosen Lingkungan Budaya, mahasiswa menelaah artefak, laboratorium, dan ruang konservasi untuk memahami bagaimana pengetahuan ilmiah, warisan budaya, dan pelestarian situs prasejarah dipadukan dalam kerangka pendidikan berkualitas dan kota–komunitas berkelanjutan.
Rangkaian pembelajaran lapangan ini dilengkapi dengan eksplorasi Kawasan Bompon, Magelang, pada 18 April 2026. Sebanyak 14 mahasiswa bersama Prof. Junun Sartohadi, menelusuri proses pembentukan tanah, fenomena alterasi hidrotermal, hingga risiko longsor kronis sebagai dasar merancang konservasi produktif yang adaptif terhadap dinamika geomorfologi. Melalui observasi langsung, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan, termasuk upaya mitigasi degradasi tanah dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Secara keseluruhan, tiga kegiatan lapangan ini menegaskan bahwa penelitian dan manajemen lingkungan yang relevan tidak selalu bertumpu pada teori besar, melainkan berawal dari isu di depan mata yang diolah menjadi pembelajaran empiris untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Penulis : Siti Muyasaroh

