
Program Studi Agama dan Lintas Budaya atau Center for Religious and Cross-cultural Studies, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (CRCS UGM) menyelenggarakan kegiatan Wednesday Forum pada 6 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang menjadi ruang diskusi lintas disiplin mengenai isu agama, budaya, dan masyarakat.
Pada kesempatan kali ini, CRCS UGM menghadirkan Fransisca Yohana Sri Winarsih sebagai pembicara. Ia merupakan suster Katolik dari Kongregasi Faithful Companions of Jesus, pendidik, serta akademisi lintas disiplin dalam kajian agama. Ia juga merupakan lulusan Program Studi Doktor Interreligious Studies (IRS) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dengan fokus kajian pada spiritualitas ekologis, filsafat moral, dan kajian lintas agama.
Dalam pemaparannya, Fransisca menjelaskan hasil penelitiannya mengenai komunitas petani padi organik Muslim dan Katolik di Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menyoroti bahwa pertanian organik tidak hanya dipahami sebagai praktik teknis, tetapi juga sebagai cara hidup yang selaras dengan pandangan religius tentang alam sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki keteraturan dan tujuan.
Menurutnya, cara hidup tersebut melahirkan seperangkat makna simbolik yang mencakup nilai transendensi, praktik ritual, ajaran, materialitas, serta pengalaman emosional yang dibagi bersama oleh petani lintas iman. “Pertanian organik bagi para petani bukan sekadar metode bercocok tanam, tetapi sebuah cara hidup yang membentuk kesadaran ekologis dan spiritual,” ujarnya.
Berdasarkan temuan tersebut, Fransisca mengusulkan konsep “agama petani” sebagai kerangka teoritis. Dengan mengacu pada gagasan Robert Bellah tentang civil religion, konsep ini dipandang sebagai ruang bersama yang dapat memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat multikultural dan multireligius.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks krisis lingkungan dan keberagaman agama, “agama petani” dapat menjadi titik temu bagi petani Muslim dan Katolik dalam upaya bersama merawat bumi. Konsep ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan agama formal, melainkan berangkat dari nilai-nilai yang hidup dalam tradisi keagamaan masing-masing.
Penulis: Asti Rahmaningrum