Program Studi Magister Bioteknologi Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meraih status Akreditasi Unggul dari LAMSAMA (Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal) yang diterbitkan pada 10 Maret 2026 dan berlaku selama lima tahun ke depan. Capaian ini menjadi penegasan atas komitmen program studi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan sistematis yang mencerminkan keseriusan program studi dalam membangun budaya mutu. Tahapan dimulai dari penyusunan dokumen akreditasi (borang) secara komprehensif, dilanjutkan dengan proses reviu oleh reviewer eksternal, hingga serangkaian revisi dan penyempurnaan dokumen sebelum akhirnya diajukan secara resmi.
Tahap krusial dalam proses ini adalah pelaksanaan asesmen lapangan yang berlangsung pada 2–5 Februari 2026. Dalam visitasi tersebut, Program Studi Magister Bioteknologi dinilai oleh dua asesor, yaitu Prof. Tjandra Anggraeni, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung dan Prof. Amin Setyo Leksono, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Universitas Brawijaya. Keduanya berasal dari institusi besar dengan tradisi akademik yang kuat, sehingga pendekatan asesmen yang dilakukan mencerminkan standar profesionalitas yang tinggi tertata, disiplin, dan berbasis sistem.
Selama asesmen lapangan, profesionalitas tersebut tampak dalam setiap tahapan evaluasi. Proses tidak hanya berfokus pada verifikasi dokumen, tetapi juga pendalaman menyeluruh terhadap kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, serta akuntabilitas luaran program studi. Panel asesor secara rinci menelaah bagaimana kurikulum dirancang dan diimplementasikan, bagaimana capaian pembelajaran diukur, serta bagaimana kontribusi lulusan dan riset program studi dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun sosial.
Selain itu, sistem pengelolaan di seluruh lini baik akademik maupun nonakademik menjadi perhatian utama dalam asesmen. Tata pamong, penjaminan mutu, pengelolaan sumber daya, hingga dukungan fasilitas dan sistem informasi dikaji secara terintegrasi untuk memastikan bahwa mutu tidak hanya direncanakan, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Selang satu bulan setelah pelaksanaan asesmen lapangan tersebut, hasil akreditasi resmi diumumkan pada 10 Maret 2026 dengan capaian status Unggul. Hasil ini mencerminkan konsistensi dan kualitas pengelolaan program studi yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga menunjukkan keunggulan dalam berbagai aspek akademik dan kelembagaan.
Lebih dari sekadar capaian administratif, keberhasilan ini menghadirkan pembelajaran institusional yang berharga bagi Sekolah Pascasarjana. Proses asesmen yang mendalam dan profesional memberikan perspektif baru bahwa akreditasi bukanlah sekadar agenda formalitas atau konfirmasi data, melainkan instrumen strategis untuk menilai dan memperkuat kualitas sistem secara menyeluruh.
Sebagai program studi berbasis riset, Magister Bioteknologi memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak bagi masyarakat. Capaian akreditasi Unggul ini menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperluas kolaborasi, serta memperkuat kontribusi keilmuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dengan diraihnya status Unggul, Program Studi Magister Bioteknologi Sekolah Pascasarjana UGM menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar akademik yang tinggi, sekaligus mengembangkan inovasi dan keunggulan yang adaptif terhadap dinamika global di bidang bioteknologi.
Penulis: Burhanul Aqil








