• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Discussion Series “Branding the Faith”: Menelaah Persilangan Agama, Media, dan Praktik Branding

Discussion Series “Branding the Faith”: Menelaah Persilangan Agama, Media, dan Praktik Branding

  • Berita
  • 7 Mei 2026, 13.57
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Program Studi Magister Kajian Budaya dan Media (KBM), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan Discussion Series bertajuk Branding dan Budaya Promosi dengan tema “Branding the Faith” pada Rabu dan Kamis, 29–30 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 307, Lantai 3, Gedung Sekolah Pascasarjana Unit 1, dan menghadirkan Dr. Leonard Chrysostomos Epafras sebagai narasumber.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran dalam mata kuliah Branding dan Budaya Promosi, sekaligus menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan perspektif kajian budaya, media, dan dinamika keagamaan kontemporer. Selama dua hari pelaksanaan, diskusi diikuti oleh mahasiswa serta peserta dari berbagai latar belakang akademik yang tertarik pada isu agama dan budaya populer.

Pada sesi pertama, Rabu (29/4), Dr. Leonard Chrysostomos Epafras membawakan topik “Branding dan Komodifikasi Spiritualitas.” Diskusi diawali dengan pendekatan partisipatif yang mendorong keterlibatan peserta sejak awal. Suasana interaktif tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas bagaimana agama dan spiritualitas kini hadir dalam lanskap sosial yang semakin dipengaruhi oleh logika media dan pasar.

Dalam paparannya, narasumber mengajak peserta merefleksikan kembali pengertian agama melalui pertanyaan mendasar mengenai batas-batas definisinya. Ia menekankan bahwa agama tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai entitas yang bersifat transendental atau institusional, melainkan juga sebagai fenomena sosial yang berinteraksi dengan mekanisme kapitalisme media. Dalam konteks ini, praktik keagamaan dan spiritualitas kerap hadir dalam bentuk yang menyerupai produk, lengkap dengan identitas, diferensiasi, serta upaya membangun kedekatan emosional dengan “audiens”-nya.

Lebih jauh, diskusi menyoroti bagaimana berbagai ekspresi spiritual mengalami proses komodifikasi. Nilai-nilai yang sebelumnya dipahami sebagai pengalaman batiniah kini juga dikemas dan disebarkan melalui berbagai medium, mengikuti pola produksi dan konsumsi yang lazim dalam industri budaya. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran cara agama dipraktikkan dan dimaknai di tengah masyarakat kontemporer.

Pada sesi kedua yang berlangsung Kamis (30/4), pembahasan dilanjutkan melalui topik “Politik Pemasaran Agama.” Narasumber mengawali sesi ini dengan analogi furoshiki wrap, seni membungkus dari Jepang, yang menekankan pentingnya kemasan dalam menyampaikan nilai. Analogi tersebut digunakan untuk menjelaskan bagaimana representasi dan cara penyajian pesan menjadi faktor penting dalam menarik perhatian publik, termasuk dalam konteks keagamaan.

Pembahasan kemudian berkembang pada konsep komodifikasi yang terjadi ketika nilai tukar lebih dominan dibandingkan nilai guna. Dalam konteks agama, fenomena ini tampak ketika simbol, praktik, dan narasi keagamaan diproduksi sedemikian rupa sehingga dapat “dipertukarkan” dan diukur dalam kerangka tertentu. Narasumber juga mengaitkan hal ini dengan konsep reifikasi, yaitu proses ketika sesuatu yang abstrak seperti keyakinan atau relasi sosial berubah menjadi sesuatu yang tampak konkret dan dapat diperlakukan layaknya objek.

Selain itu, diskusi menyoroti semakin cairnya batas antara ranah sakral dan sekuler. Praktik keagamaan mulai mengadopsi strategi branding dan pemasaran, sementara di sisi lain, sektor non-keagamaan menggunakan pendekatan yang menyerupai dakwah atau misi untuk membangun loyalitas publik. Fenomena ini menunjukkan adanya pertemuan logika yang sebelumnya dianggap terpisah, namun kini saling mempengaruhi.

Sebagai penutup, narasumber memperkenalkan konsep tekno feodalisme untuk menjelaskan dominasi perusahaan teknologi dalam ekosistem digital saat ini. Platform digital tidak hanya menjadi medium distribusi, tetapi juga ruang yang membentuk cara pesan—termasuk pesan keagamaan—diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi. Dalam situasi ini, institusi keagamaan maupun individu dituntut untuk beradaptasi dengan dinamika kapitalisme media agar tetap relevan.

Melalui penyelenggaraan Discussion Series ini, Program Studi Kajian Budaya dan Media (KBM) menegaskan perannya sebagai ruang akademik yang kritis dan responsif terhadap isu-isu kontemporer. Diskusi yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga mendorong refleksi mendalam mengenai posisi agama di tengah perubahan budaya, media, dan ekonomi global.

Penulis: Khoirul Mujazanah

Tags: SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Recent Posts

  • SPs UGM dan BNPB Perkuat Kolaborasi, Dorong Pendidikan Kebencanaan Berbasis Riset
  • Sekolah Pascasarjana UGM Terima Kunjungan Delegasi Sekolah Pascasarjana IPB Bahas Tata Kelola dan Peluang Kolaborasi Akademik
  • Discussion Series “Branding the Faith”: Menelaah Persilangan Agama, Media, dan Praktik Branding
  • Workshop Penelitian SLR Perkuat Kapasitas Riset Mahasiswa Doktor PIIH SPs UGM
  • Wednesday Forum CRCS SPs UGM Soroti Relasi Kapitalisme Minyak dan Produksi Ruang Kolonial di Nusantara
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju