
Program Studi Agama dan Lintas Budaya (ALB) atau Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), kembali menyelenggarakan Wednesday Forum pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM Unit 1.
Pada kesempatan ini, CRCS UGM menghadirkan Dicky Sofjan, Ph.D. sebagai pembicara. Ia merupakan dosen di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Karya ilmiahnya telah banyak dipublikasikan dalam bidang Islam, agama dan politik, literasi keagamaan dan keadilan sosial, serta hubungan antara alam, budaya, keberlanjutan, dan spiritualitas. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Vice President Globethics yang berbasis di Geneva, Swiss. Ia telah menjadi pembicara dalam berbagai konferensi internasional, termasuk Faith Pavilion pada COP-UNFCCC dan World Urban Forum (WUF). Salah satu proyek terbarunya adalah perancangan dan kurasi Nglanggeran Eco-Village yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.
Dalam pemaparannya, Dicky Sofjan membahas topik “Keterlibatan Strategis Agama dalam Iman, Ekologi, Konservasi, dan Keberlanjutan di Indonesia.” Ia menyoroti bahwa meskipun berbagai diskusi dan inisiatif mengenai iman, ekologi, dan keberlanjutan telah banyak dilakukan, masih terdapat pertanyaan mendasar yang kerap terabaikan, yaitu siapa yang sebenarnya membiayai seluruh upaya tersebut.
“Di balik setiap inisiatif berbasis ekologi dan keagamaan, terdapat struktur keuangan dan aktor yang menentukan apa yang memungkinkan untuk dilakukan dan apa yang menjadi prioritas.” Ia juga menambahkan, “Kita perlu secara kritis menelaah bagaimana komunitas keagamaan berkontribusi secara finansial dan strategis dalam upaya keberlanjutan, tidak hanya secara simbolik, tetapi juga secara material”, ujar Dicky Sofjan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memahami mekanisme pendanaan yang mendukung berbagai proyek iman dan ekologi, termasuk peran negara, masyarakat, serta komunitas keagamaan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini membuka ruang untuk melihat kontribusi aktor-aktor keagamaan dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya alam secara lebih komprehensif.
Presentasi ini didasarkan pada penelitian awal (formative research) mengenai keterlibatan strategis agama dalam isu iman, ekologi, konservasi, dan keberlanjutan di Indonesia yang disusun oleh Dicky Sofjan dengan dukungan International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD). Penelitian ini memetakan lanskap, aktor, serta pemangku kepentingan yang terlibat, sekaligus mengkaji strategi mereka dalam mendukung agenda keberlanjutan. Kajian ini juga menawarkan rekomendasi pengembangan bidang iman dan ekologi melalui berbagai mekanisme pembiayaan berkelanjutan.
Forum ini mengangkat tema diskusi mengenai dimensi finansial yang kerap tersembunyi dalam praktik konservasi. Meskipun berbagai upaya pelestarian lingkungan dilakukan atas nama iman dan ekologi, terdapat pertanyaan kritis mengenai bagaimana prioritas ditetapkan serta siapa yang menanggung biaya di baliknya.
Melalui Wednesday Forum ini, CRCS UGM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang reflektif, kritis, dan inklusif terhadap isu-isu global kontemporer, khususnya pada irisan agama, ekologi, dan keberlanjutan.
Penulis: Asti Rahmaningrum