
Yogyakarta, 18 Agustus 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi pendidikan tinggi berbasis digital. Wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dari suksesnya penyelenggaraan kegiatan “Monitoring Tahap 1 Hibah MOOC (Massive Open Online Course) Inovasi Pembelajaran SPs UGM Tahun 2026”. Kegiatan evaluasi akademik ini dilangsungkan secara luring pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Ruang Sidang Pimpinan Lantai 2, Sayap Barat Unit 1 SPs UGM. Program ini diinisiasi secara khusus untuk menjamin kualitas materi pembelajaran daring sebelum diakses oleh masyarakat luas.
Agenda monitoring ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kelayakan, kualitas, dan kesiapan modul course yang telah disusun oleh para dosen penerima hibah sebelum nantinya ditayangkan secara publik di platform UGM Online. Guna menjaga standar kualitas akademik yang tinggi, SPs UGM menggandeng dua reviewer ahli dari Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik (DKIA) UGM, yaitu Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc. dan Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc. Keduanya bertugas menelaah kelengkapan Rencana Kegiatan Pembelajaran Daring (RKPD), serta mengevaluasi sampel modul yang terdiri dari video pembelajaran, bahan bacaan, dan kuis. Setiap komponen dinilai secara komprehensif agar terbukti memenuhi standar pedagogi digital yang interaktif. Evaluasi mendalam ini menjadi langkah krusial untuk memastikan pengalaman belajar yang optimal bagi para pengguna UGM Online.
Sebanyak 10 dosen dan guru besar di lingkungan SPs UGM yang menjadi penerima hibah MOOC tahun ini memaparkan progresnya secara bergantian. Sebagian dari akademisi tersebut meliputi Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si., Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si., Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A., Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., dan Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si. Turut mempresentasikan karyanya pula Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si., drg. Agnes Bhakti Pratiwi, M.P.H., Ph.D., Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D., serta Dr. Leonard Chrysostomos, M.Th. Berbagai topik course yang sangat menarik ditawarkan, mulai dari metodologi penelitian, inovasi perpustakaan digital, bioetika, klimatologi, hingga sejarah agama. Keberagaman tawaran topik ini sukses merepresentasikan kekayaan keilmuan multidisiplin yang menjadi ciri khas Sekolah Pascasarjana UGM.
Dalam proses reviu, tim ahli dari DKIA UGM memberikan berbagai masukan konstruktif yang disesuaikan dengan Standar Penyusunan Course di UGM Online. Secara umum, kualitas resolusi gambar dan kejernihan audio dari video pembelajaran dinilai sudah sangat baik. Namun, masih terdapat beberapa catatan perbaikan teknis bagi para pengusul demi mengoptimalkan pengalaman belajar audiens secara daring. Masukan tersebut mencakup imbauan untuk mengubah format kuis esai menjadi pilihan ganda, merapikan dokumen bacaan, serta menambahkan teks sisipan pada tayangan video. Penyesuaian tata letak visual juga sangat ditekankan agar wajah pemateri tampil proporsional tanpa menghalangi paparan teks presentasi.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama SPs UGM, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr., secara aktif memantau jalannya evaluasi program ini. Melalui pelaksanaan Monitoring Tahap 1, fakultas berharap seluruh draf modul dapat segera disempurnakan oleh para penerima hibah dalam waktu dekat. Pengembangan MOOC ini menjadi langkah strategis dan esensial bagi SPs UGM untuk memperluas jangkauan akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif (SDG 4). Terobosan sistem daring ini juga dikembangkan guna mewujudkan ekosistem pembelajaran kampus yang adaptif terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital. Harapannya, inovasi berkelanjutan semacam ini mampu mengokohkan posisi UGM sebagai perguruan tinggi pelopor di bidang transformasi edukasi modern.
Penulis: Berlian Belasuni