Belu – Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan masyarakat di wilayah perbatasan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Kantor Desa Tulakadi, Atambua, Kabupaten Belu, pada Rabu (15/7).
Kegiatan FGD menghadirkan dua narasumber dari SPs UGM, yakni Dr. Hilda Ismail, Apt., M.Si. dan Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc. Acara dihadiri oleh Kepala Desa Tulakadi beserta sejumlah warga yang antusias mengikuti rangkaian diskusi.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hilda Ismail menyampaikan materi mengenai Penelitian untuk Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional. Materi ini menyoroti pentingnya pemanfaatan potensi sumber daya hayati lokal sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian Indonesia dalam penyediaan bahan baku obat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.
Sementara itu, Prof. Junun Sartohadi memaparkan materi tentang Rorak Adaptif, sebuah pendekatan konservasi tanah dan air yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat. Konsep ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam mengelola lahan secara lebih berkelanjutan, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko degradasi lahan, khususnya di kawasan yang menghadapi tantangan perubahan iklim.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Warga aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan lahan maupun pemanfaatan sumber daya alam di desa. Berbagai pertanyaan yang disampaikan dijawab secara komprehensif oleh kedua narasumber sehingga tercipta suasana diskusi yang hangat dan konstruktif.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Tulakadi. Melalui forum tersebut, warga memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan potensi lokal sekaligus solusi berbasis riset yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
FGD ini menjadi bagian dari komitmen SPs UGM dalam menghadirkan hasil penelitian yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan sebagai ruang berbagi pengetahuan, memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan.
Penulis: Sri Pangesti Tuhu


