Yogyakarta, 18 Agustus 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM menyelenggarakan sharing session Penerimaan Mahasiswa Baru untuk memperkenalkan tiga program studi magister kepada calon mahasiswa. Kegiatan yang mengusung agenda sosialisasi dan promosi secara daring tersebut berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 14.00–15.00 WIB.
Tiga program studi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Program Magister Manajemen Pendidikan Tinggi, Magister Bioetika, dan Magister Kajian Pariwisata. Kegiatan menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai profil, karakteristik, serta keunggulan masing-masing program studi di Sekolah Pascasarjana UGM.
Sharing session ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan ketua program studi, yaitu Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU., Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi; Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes, Ketua Program Studi Magister Bioetika; serta Dr. rer.pol. Dyah Widiyastuti, S.T., M.CP., Ketua Program Studi Magister Kajian Pariwisata. Kegiatan dipandu oleh Dr. Syamsul Asri, S.Ip., M.Fil.I sebagai moderator.
Masing-masing narasumber menyampaikan presentasi mengenai profil program studi selama kurang lebih 10–20 menit. Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama seluruh narasumber selama sekitar 30 menit. Sesi interaktif ini memberikan ruang bagi calon mahasiswa untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai pilihan studi di tingkat magister.
Dalam sesi diskusi, turut disampaikan informasi mengenai program studi yang tersedia di Sekolah Pascasarjana UGM. Saat ini, Sekolah Pascasarjana UGM memiliki 14 program studi jenjang magister (S2). Salah satu keunggulan yang menjadi karakteristik pendidikan di Sekolah Pascasarjana UGM adalah pendekatan multidisiplin, yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan perspektif keilmuan yang lebih luas dalam menjawab berbagai persoalan kompleks.
Kepada calon pendaftar, pengelola Sekolah Pascasarjana UGM juga menekankan pentingnya memahami tujuan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Calon mahasiswa perlu mempertimbangkan tujuan akademik maupun profesional serta menyesuaikan pilihan program studi dengan kebutuhan, khususnya bagi mereka yang telah bekerja.
“Calon mahasiswa perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan melanjutkan studi ke jenjang S2 dan memilih program yang sesuai dengan kebutuhan serta rencana pengembangan diri dan karier,” menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam sesi diskusi.
Diskusi berlangsung menarik dan interaktif dengan beragam pertanyaan dari peserta. Kegiatan juga disiarkan secara live melalui YouTube dan akun Instagram UGM, sehingga dapat diikuti oleh masyarakat dan calon mahasiswa dari berbagai wilayah.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Pascasarjana UGM terus memperkuat upaya diseminasi informasi penerimaan mahasiswa baru sekaligus memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada calon mahasiswa mengenai pilihan pendidikan magister yang tersedia. Dengan karakter multidisiplin dan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan keilmuan, ketiga program studi tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional.
Penulis: Sri Pangesti Tuhu




