Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menyelenggarakan kegiatan Dissertation Camp & Student Gathering sebagai ruang penguatan kolaborasi akademik, pengembangan kapasitas mahasiswa, serta pemeliharaan well-being dalam lingkungan pendidikan pascasarjana. Mengusung tema “Strengthening Academic Collaboration and Well-being through Multidisciplinary Engagement”, kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di kawasan Kopeng, Magelang, ini memadukan aktivitas akademik, diskusi terbuka, sharing session, dan kegiatan team building dalam satu rangkaian pembelajaran yang bersifat kolaboratif.
Kegiatan ini di bawah koordinator Ketua Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan yaitu Prof. Dr. Drs. Eko Haryono, M.Si. dan Ketua Jaminan Mutu Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan yaitu Dr. Sudrajat, S.Si., M.P.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 12 Agustus 2026 dengan pertemuan peserta di Fakultas Geografi UGM, dilanjutkan dengan briefing kesiapan kegiatan, arahan, serta persiapan keberangkatan menuju lokasi kegiatan di Merbabu 360, Kopeng, Magelang.
Kegiatan akademik kemudian dilanjutkan melalui arahan dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan dan sharing session yang dipandu oleh Dr. Asmorowati. Sesi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ruang komunikasi yang lebih terbuka antar mahasiswa, khususnya dalam membicarakan pengalaman akademik, proses penyelesaian studi, serta dinamika yang dihadapi mahasiswa dalam menjalankan penelitian.
Pada hari kedua, 13 Agustus 2026, mahasiswa melaksanakan rangkaian acara yang dimulai dengan olahraga dan team building sebagai sarana membangun kekompakan, komunikasi, dan kerja sama antar mahasiswa. Kegiatan kemudian berlanjut fun rafting di Sungai Elo. Aktivitas outdoor ini memberikan pengalaman kolaboratif yang menuntut koordinasi, komunikasi, kepercayaan, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi situasi bersama.
Kegiatan ini sekaligus merefleksikan pentingnya pendekatan multidisciplinary engagement dalam pendidikan tinggi. Tantangan akademik maupun persoalan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan kemampuan untuk memahami berbagai perspektif, membangun komunikasi lintas bidang, serta mengembangkan solusi melalui kolaborasi.
Penulis: Siti Muyasaroh



