Yogyakarta, 22 Oktober 2026 — Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergitas lintas instansi melalui keikutsertaan Kaprodi Ketahanan Nasional dalam agenda strategis Seminar Integratif Taruna Akademi TNI pada Pekan Integrasi dan Kejuangan Taruna (Piktar) XXVIII Tahun 2026. Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta dengan mengusung tema besar “Future Military Leadership 2045: Membangun Karakter, Etika, dan Profesionalisme Kader Pimpinan TNI Masa Depan di Era Digital”. Kehadiran perwakilan pimpinan program studi pascasarjana UGM ini merupakan bentuk dukungan aktif dunia akademik terhadap pengembangan kualitas kepemimpinan militer yang adaptif dan berintegritas tinggi.
Pelaksanaan seminar integratif ini dilatarbelakangi oleh tantangan zaman menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, di mana lanskap keamanan global mengalami perubahan radikal akibat konvergensi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Perkembangan teknologi militer seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), sistem otonom, dan platform digital menuntut para calon perwira TNI untuk tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga matang secara etika. Dalam forum tersebut, dibahas pula pentingnya reaktualisasi tiga pola dasar pendidikan Taruna yaitu Tanggap, Tanggon, dan Trengginas sebagai fondasi karakter yang kokoh. Sinergi antara kecerdasan intelektual, ketangguhan kepribadian, dan kesamaptaan jasmani dinilai mutlak diperlukan untuk menghindari risiko penyalahgunaan kewenangan di era digital.
Agenda utama seminar ini terbagi kedalam tiga sesi panel diskusi komprehensif yang membedah berbagai dimensi krusial kepemimpinan masa depan. Panel pertama mengupas tuntas isu Etika Algoritma dan Tanggung Jawab Komando, Human Judgment in the Age of AI, yang turut menghadirkan perwakilan akademisi UGM sebagai narasumber ahli. Panel kedua berfokus pada reaktualisasi nilai Tanggap, Tanggon, dan Trengginas dalam menghadapi perang kognitif dan asimetris. Sementara itu, panel ketiga mendiskusikan secara mendalam tentang Moral Courage dan Akuntabilitas Profesional Perwira TNI yang berlandaskan pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan seminar ini, Program Studi Ketahanan Nasional UGM dan pihak Akademi TNI berkomitmen penuh untuk mendorong lahirnya naskah rekomendasi strategis serta policy brief bagi pimpinan TNI. Langkah kolaboratif tersebut selaras dengan pencapaian pilar-pilar penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan pengembangan kurikulum institusi pendidikan. Kedua, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas profesional sumber daya manusia pertahanan. Ketiga, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penciptaan institusi pertahanan yang transparan dan akuntabel. Keempat, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan institusi militer demi mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Penulis: Berlian Belasuni




