
Program Studi Doktor Kajian Pariwisata, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Lapangan Manajemen Destinasi Pariwisata pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 12 mahasiswa S3 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat pemahaman terkait perencanaan dan pengelolaan destinasi wisata.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan keberangkatan dari Sekolah Pascasarjana UGM menuju Wonosobo, Jawa Tengah. Setibanya di lokasi, peserta langsung melakukan pengamatan dan diskusi di beberapa destinasi wisata unggulan, yaitu Sigandul, Kebun Teh Panama, dan Telaga Menjer.
Kuliah lapangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai aspek pembangunan destinasi pariwisata, meliputi pembangunan sosial, lingkungan, serta aspek hukum dan tata kelola. Selain itu, mahasiswa juga mengkaji dampak aktivitas pariwisata terhadap lingkungan sekitar secara langsung di lapangan.
Selama kegiatan, mahasiswa melakukan diskusi kelompok dan observasi mendalam guna menghubungkan teori yang telah dipelajari di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan analisis strategis, termasuk dalam memahami isu-isu pengembangan destinasi dan peran para pemangku kepentingan.
“Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara komprehensif dinamika pengelolaan destinasi pariwisata sekaligus mengaitkannya dengan kerangka teori yang telah dipelajari,” ujar salah satu dosen pengampu.
Selain meningkatkan pemahaman konseptual, kuliah lapangan ini diharapkan menghasilkan luaran berupa laporan komprehensif, peta destinasi wisata, serta analisis data lapangan yang berbasis bukti. Output tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendukung proses akademik dan penelitian mahasiswa, khususnya dalam penyusunan disertasi.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Doktor Kajian Pariwisata SPs UGM berupaya menjembatani teori akademis dengan realitas praktik di lapangan, sekaligus meningkatkan kompetensi teknis dan soft skills mahasiswa, seperti kemampuan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah dalam konteks profesional.
Kegiatan berakhir pada sore hari dengan kepulangan peserta ke Yogyakarta. Secara keseluruhan, kuliah lapangan ini berlangsung lancar dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta.
Penulis: Asti Rahmaningrum