Pesisir selatan menjadi kawasan penopang pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kawasan ini menyuguhkan daya tarik bentang alam pantai, perbukitan, dan keragaman budaya. Oleh karena itu tim peneliti dari Doktor Kajian Pariwisata, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada melaksanakan penelitian dengan membedah keunikan kawasan tersebut khususnya terkait brand destination dan brand authenticity.
Kelurahan Kanigoro menjadi lokasi penelitian dengan beragam daya tarik wisatanya. Proses penggalian data & informasi dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam dengan kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengembangan produk pariwisata di sana.
Sesi FGD dan wawancara mendalam dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2025 berlokasi di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro. Hadir pada sesi ini perwakilan kelompok masyarakat dari BUMDES, Juru kunci Pura, Pokja Nelayan, pelaku usaha, mantan pengurus Pokdarwis, termasuk tim mahasiswa program Doktor Kajian Pariwisata.
Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsudin, M.Hum., Ph.D of Arts., selaku ketua tim peneliti menekankan perlunya partisipasi aktif para pihak seperti Pemerintah pusat dan daerah, Kalurahan, media, dengan kelompok masyarakat. Jangan sampai potensi besar di Desa Kanigoro tidak dikelola dengan baik, sehingga justru menghilangkan kesempatan untuk berkembang melalui sektor pariwisata. Oleh karena itu, hasil penelitian ini akan digunakan untuk mengevaluasi dan memberikan rekomendasi kebijakan (policy brief) yang tepat pada pemerintah.
Dengan paradigma development follows infrastructure, pembangunan infrastruktur di kawasan selatan diharapkan dapat memicu bangkitnya ekonomi di wilayah sekitarnya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dalam penelitian ini berupaya untuk menemu kenali brand authenticity yang dimiliki destinasi wisata kawasan pesisir DIY khususnya Kabupaten Gunung Kidul. Hal ini juga sejalan dengan visi dari Sultan Hamengkubowono X tentang “Among Tani Dagang Layar” yang menempatkan pesisir selatan sebagai beranda Yogyakarta.
Suyatno, selaku ketua BUMDES Kanigoro merespon positif adanya penelitian ini dan berharap bisa menjadi bahan pertimbangan bagi stakeholder lain untuk terlibat serius dalam pengelolaan pariwisata di Kanigoro dan kawasan pesisir selatan pada umumnya. Ia menegaskan bahwa peran masyarakat lokal sangat krusial dalam mengelola sumberdaya pariwisata di desa wisata. Artinya masyarakat lokal yang paling tahu kondisi wilayahnya sehingga perlu mendapatkan kesempatan lebih dalam mengelola sumber daya pariwisata. Oleh karena itu penguatan sektor industri, penguatan inovasi, dan pembangunan infrastruktur untuk pariwisata menjadi sangat penting (SDGs 9).
Perlu disampaikan juga bahwa penelitian ini dilaksanakan melalui skema hibah penelitian Sekolah Pascarjana 2026 dengan tema utama Transformasi Menuju Kedaulatan Pangan, Kesejahteraan, dan Perdamaian Dunia.
Penulis: M. Nilzam Aly
Editor: Arfikah Istari

