• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Great Thinkers : Soedjatmoko kekuasaan dan penjara kaum intelektual

Great Thinkers : Soedjatmoko kekuasaan dan penjara kaum intelektual

  • Berita
  • 17 Juni 2010, 00.00
  • Oleh: ismamisdalenitiarasani
  • 0

Soedjatmoko adalah seorang generalis kontemplatif. oleh sebab itu hampir seluruh
sisi kehidupannya menjelajahi bidang-bidang apa saja, kedokteran, politik, ekonomi,
bahasa, budaya, teknologi dan agama dia lakukan, tanpa dia sendiri menjadi "ahli"
dalam salah satu bidang yang digelutinya.

Seodjatmoko pernah menjadi Rektor Universitas PBB di Jepang, sekalipun tidak
memiliki gelar akademik yang formal, sebab tidak ada yang dirampungkan sekolahnya
di bangku kuliah, namun mendapatkan banyak gelar doktor kehormatan dari pelbagai
universitas di negara-negara maju seperti Amerika, Eropa dan Asia. Bung Koko
demikian kerap disapa dengan akrab, seorang cendekiawan yang juga pernah bertugas
di Amerika Serikat menjadi duta besar.

Sebagai seorang generalis Bung Koko menjelajah ke mana-mana dan memang sekalipun
dianggap tidak ahli dalam salah satu bidang tertentu, tetapi memiliki kepiawian
yang dalam yang dapat tergambar dalam karya-karyanya. Karena menguasai bahasa
yang beragam karyanya tersebar ke seantero jagad. Sebagai seorang cendekiawan
Bung Koko bisa diakatakan sangat independen tidak seperti kebanyakan cendekiawan
yang masuk pada lingkaran kekuasaan menjadi pejabat publik apalagi pejabat politik,
Bung Koko konsisten dalam memperjuangkan soal kemerdekaan kaum cendekiawan.
inilah yang penting dilihat untuk masa sekarang

Saat ini mengapa para cendekiawan gampang tergoda pada politik praktis dalam
arti mendirikan dan terlibat dalam partai politik, tidak rajin berkarya. Apa
sesungguhnya yang menjadi motivasi atas keterlibatan cendekiawan dalam politik
dan pragmatisme? Apa saja yang menjadi penjara kaum cendekiawan selama ini sehingga
"suara kenabian" para cendekiawan cenderung melemah?

Apa yang bisa diharapkan dari para cendekiawan Indonesia, mungkinkah para cendekiawan
Indonesia mampu bersikap adil, jujur dan "membela rakyatnya" bukan
hanya memuja para elit politik, elit ekonomi, elit agama atau elit masyarakat
lainnya?

Disinilah pentingnya mendiskusikan tentang kemungkinan peran-peran yang dapat
dilakukan oleh kaum cendekiawan dan di sana juga ada halangan dan tembok besar
negara yang cenderung ketakutan dengan cendekiawan, cendekiawan dihadapkan dengan
idealisme dan tuntutan kondisi.

Pembicara:
1. Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif (Mantan Keua PP Muhammadiyah)
2. Dr. Haryatmoko, SJ (Dosen Pascasarjana Univ. Indonesia dan Univ.. Sanatha
Darmadar
Moderator : Zuly Qodir
Waktu dan tempat : Rabu, 23 Juni 2010 di Ruang Seminar Lantai
5 Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta
Peserta : Mahasiswa S1,S2,S3 dan peminat umum berjumlah kira-kira
150 orang

Acara ini Gratis, dan tempat terbatas

Recent Posts

  • Menggali Jejak Sejarah dan Memori Kolektif Melalui Seni Pertunjukan di Sekolah Pascasarjana UGM
  • Sekolah Pascasarjana UGM Gelar Syawalan 1447 H: Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan
  • Tim Peneliti SPs UGM Kembangkan Baseplate Radioterapi Modular untuk Meningkatkan Performa Pelayanan Penanganan Pasien Kanker
  • Minim Regenerasi, Seni Ritual Srandul Sunti Hadapi Ancaman Kepunahan
  • Agar Tak Sekadar Komoditas Politik, Peneliti SPs UGM Tawarkan Strategi Baru Kelola Program MBG
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju