Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, sukses menggelar pergelaran sendratasik bertajuk “Taru Atutur”. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-35 PSPSR UGM pada hari Jumat, 29 Mei 2026, bertempat di Gedung Grha Sabha Pramana Lantai 1, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Secara etimologis, kata “Taru” memiliki arti pohon atau tumbuhan yang melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan akar yang kuat, sedangkan “Atutur” diambil dari kosakata Jawa Kuno yang bermakna berbicara, bertutur, atau menyampaikan cerita. Perpaduan kedua kata tersebut menjadikan “Taru Atutur” bermakna “Pohon yang Bercerita”, sebuah metafora atas perjalanan PSPSR UGM yang terus tumbuh, berakar teguh pada pengetahuan, dan senantiasa menuturkan kisah seni serta kebudayaan. Pohon Kalpataru dipilih sebagai logo dan lambang utama yang merepresentasikan keberagaman wacana kesenian yang tumbuh beriringan dengan PSPSR UGM. Melalui simbol pohon ini, pergelaran menegaskan bahwa seni dan pengetahuan merupakan entitas yang hidup, berkembang, dan selalu memberikan ruang bagi berbagai cabang pemikiran dan ekspresi.
Sebagai sebuah pertunjukan sendratasik, “Taru Atutur” mengintegrasikan secara apik berbagai unsur seni Nusantara, yang meliputi seni tari, musik, teater, dan seni rupa. Pergelaran ini menghadirkan perpaduan yang harmonis antara instrumen musik etnis, gerak tari tradisional, permainan teatrikal, tata cahaya panggung, serta teknologi pemetaan video (video mapping) yang modern. Lakon yang dibawakan mengisahkan perjalanan kosmologis antara manusia, alam, dan pengetahuan melalui tokoh-tokoh simbolik seperti Bathara Guru, Sang Hyang Indra, serta berbagai ragam makhluk dari dunia fauna Nusantara. Kehadiran tokoh-tokoh ini tidak hanya memperkaya aspek dramatik pertunjukan, tetapi juga memancarkan nilai-nilai kearifan lokal yang merefleksikan hubungan erat antara manusia dengan alam, spiritualitas, dan kebudayaan.
Perayaan Dies Natalis ke-35 ini menjadi peristiwa penting dalam perjalanan panjang PSPSR UGM yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan seni dan kebudayaan di Indonesia. Pergelaran ini hadir sebagai wujud ekspresi kreatif dan refleksi intelektual yang melibatkan seluruh elemen program studi, mulai dari mahasiswa jenjang magister dan doktoral, dosen, hingga alumni. Selain mewadahi kreativitas, kegiatan ini merupakan langkah nyata Sekolah Pascasarjana UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal ini diwujudkan secara utuh melalui penyediaan pendidikan berkualitas (SDG 4), penciptaan inovasi pergelaran lintas disiplin (SDG 9), kampanye pelestarian alam (SDG 13), serta jalinan sinergisme dan kemitraan bersama para pekerja seni (SDG 17).
Penulis: Berlian Belasuni








