• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Peneliti SPs UGM Dorong Pendekatan Paliatif untuk Akhir Hayat yang Bermartabat

Peneliti SPs UGM Dorong Pendekatan Paliatif untuk Akhir Hayat yang Bermartabat

  • Berita
  • 2 Maret 2026, 08.42
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Yogyakarta, 24 Februari 2026 — Keputusan menghentikan ventilator, menurunkan obat penopang tekanan darah, atau memulangkan pasien dalam kondisi sangat kritis bukan sekadar tindakan klinis teknis. Di ruang perawatan intensif, keputusan tersebut sering berada di wilayah abu-abu antara harapan keluarga, keterbatasan medis, dan belum kuatnya regulasi spesifik terkait akhir hayat.

Tim peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang diketuai oleh Prof. Dr. apt. Sismindari, S.U. menunjukkan bahwa kerangka perawatan paliatif dan bioetika dapat membantu tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga mengambil keputusan secara lebih manusiawi dan terarah.

“Pendekatan paliatif bukan berarti menyerah, tetapi memastikan setiap keputusan tetap menghormati martabat pasien dan meminimalkan penderitaan,” ujar Prof. Sismindari.

Penelitian yang didanai melalui Hibah Penelitian Sekolah Pascasarjana UGM Tahun 2025 ini mengkaji dua kasus laki-laki lanjut usia dengan cedera medula spinalis servikal berat yang dirawat di rumah sakit pendidikan di Yogyakarta. Keduanya mengalami kelumpuhan luas dan ketergantungan ventilator sebelum akhirnya meninggal di rumah.

Kasus pertama menunjukkan pola terapi agresif dengan berbagai tindakan invasif meskipun secara neurologis peluang pemulihan sangat kecil. Kerangka paliatif belum hadir secara eksplisit sehingga tujuan terapi tetap berorientasi kuratif. Sebaliknya, pada kasus kedua, pendekatan pro-paliatif diterapkan sejak awal. Tim intensif bekerja sama dengan tim paliatif dan case manager untuk menyusun rencana pulang berisiko tinggi, melatih keluarga, serta mempertimbangkan aspek klinis, sosial, dan spiritual dalam setiap keputusan.

Perbandingan kedua kasus memperlihatkan bahwa kejelasan kerangka paliatif membantu tim klinis menilai proporsionalitas tindakan. Infeksi dan gejala tetap ditangani, tetapi intervensi invasif yang tidak lagi bermanfaat dapat dihindari. Pendekatan ini mengurangi risiko terapi berlebihan yang justru memperpanjang penderitaan.

Secara metodologis, penelitian menggunakan pendekatan empirical ethics melalui analisis rekam medis dan wawancara tenaga kesehatan serta keluarga pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa dilema penghentian terapi sering menimbulkan kebingungan dan moral distress bagi tenaga kesehatan ketika tidak didukung panduan etik yang jelas.

Studi ini relevan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 16 mengenai kelembagaan yang tangguh dan akuntabel. Rekomendasi penelitian meliputi rujukan dini ke tim paliatif, family meeting terstruktur, penguatan peran komite etik, serta penyusunan pedoman tertulis terkait withholding dan withdrawing life-sustaining treatment.

Riset ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan juga menyangkut cara sistem kesehatan memastikan akhir hayat yang bermartabat bagi setiap individu.

Sumber: Sismindari

Editor: Asti Rahmaningrum

Foto: RN.com

Tags: SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Recent Posts

  • Tim UGM Raih Silver Medal kategori Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Forum 2nd International Student Summit, Malaysia
  • Potensi Bakteri Gram Positif: L-Asparaginase sebagai Kunci Kemandirian Produksi Obat Antikanker
  • Peneliti SPs UGM Dorong Pendekatan Paliatif untuk Akhir Hayat yang Bermartabat
  • Peneliti SPs UGM Teliti Model Pengembangan Pertanian Lumbung Mataraman di DI Yogyakarta
  • Generasi Z Semakin Rasional Menentukan Ukuran Keluarga Ideal
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju