• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Peneliti SPs UGM Teliti Model Pengembangan Pertanian Lumbung Mataraman di DI Yogyakarta

Peneliti SPs UGM Teliti Model Pengembangan Pertanian Lumbung Mataraman di DI Yogyakarta

  • Berita
  • 2 Maret 2026, 08.40
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Yogyakarta, 24 Februari 2026 — Tim peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Dr. Najmu Tsaqib Akhda, melakukan kunjungan lapangan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Jaya Mandiri Abadi di Dusun Ngancar, Tridadi, Sleman. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari penelitian berjudul “Pengembangan Model Pertanian Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Studi Kasus Lumbung Mataraman di Daerah Istimewa Yogyakarta)”.

Dalam riset yang mencakup seluruh kabupaten di DIY, setiap wilayah dipilih satu kelompok sebagai sampel representatif. KWT Jaya Mandiri Abadi ditunjuk sebagai perwakilan Sleman karena memiliki praktik aktif Lumbung Mataraman dan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming) yang berjalan berkelanjutan.

Ketua KWT Jaya Mandiri Abadi Siti Sugiyati mengatakan bahwa kegiatan Lumbung Mataraman berawal dari menanam di pekarangan berupa komoditas cabai, sawi, kangkung, hingga timun baby, kini KWT juga memiliki 2 kolam terpal perikanan lele dan peternakan ayam sebanyak 320 ekor.

“KWT ini Berdiri sejak 5 Januari 2015, KWT ini dibentuk atas inisiasi ibu-ibu PKK dan kini  terdapat 16 anggota aktif. Mereka mengelola berbagai komoditas hortikultura, perikanan lele, serta peternakan ayam. Sistem closed-loop agriculture tampak diterapkan, mulai dari pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk hingga integrasi kolam ikan untuk menyuburkan tanaman” tutur Bu Siti Sugiyati.

Menurut Najmu yang juga dosen Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana ini, keberadaan Lumbung Mataraman menjadi pusat kegiatan sekaligus simbol ketahanan pangan lokal yang berpijak pada filosofi: “Nandur Apa Sing Dipangan, Mangan Apa Sing Ditandur.” (Menanam apa yang dimakan, memakan apa yang ditanam)

“Hasil penelitian mencatat bahwa praktik di KWT Jaya Mandiri Abadi memperkuat aspek keberlanjutan sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya, serta menjadi bukti kuat peran pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan pangan komunitas. Modal sosial seperti kepercayaan, gotong royong, dan jejaring komunitas menjadi pondasi penting keberlangsungan lumbung” tambah Najmu.

Selain memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal, aktivitas KWT Jaya Mandiri Abadi juga selaras dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Praktik pertanian terintegrasi yang mereka jalankan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan sehat di komunitas, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan terkait produksi pangan. Penggunaan limbah organik sebagai pupuk, integrasi kolam ikan dengan kebun, serta pola konsumsi berbasis produksi lokal menunjukkan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Sumber: Najmu Tsaqib Akhda

Editor: Asti Rahmaningrum

Foto: Najmu Tsaqib Akhda

Tags: SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 5: Kesetaraan Gender

Recent Posts

  • Tim UGM Raih Silver Medal kategori Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Forum 2nd International Student Summit, Malaysia
  • Potensi Bakteri Gram Positif: L-Asparaginase sebagai Kunci Kemandirian Produksi Obat Antikanker
  • Peneliti SPs UGM Dorong Pendekatan Paliatif untuk Akhir Hayat yang Bermartabat
  • Peneliti SPs UGM Teliti Model Pengembangan Pertanian Lumbung Mataraman di DI Yogyakarta
  • Generasi Z Semakin Rasional Menentukan Ukuran Keluarga Ideal
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju