• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Peluncuran dan Diskusi Buku: Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama

Peluncuran dan Diskusi Buku: Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama

  • Berita
  • 12 Januari 2024, 18.42
  • Oleh: shofyanhadiramadhan
  • 0

Program Studi Agama dan Lintas Budaya Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina, serta Sekretariat Bersama Koalisi Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) melaksanakan penelitian dan kemudian menerbitkan buku dengan judul “Mengelola Konflik, Memajukan Kebebasan Beragama” yang diluncurkan pada Rabu (10/1).

 

Kegiatan yang diselenggarakan di ruang Auditorium Sekolah Pascasarjana ini menghadirkan dua penulis buku sebagai narasumber. Pertama yaitu Zainal Abidin Bagir, M.A., Ph.D., dosen Program Studi Magister Agama dan Lintas Budaya atau lebih dikenal Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS). Narasumber kedua yakni dosen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Dr. Diah Kusumaningrum.

Tidak hanya penulis, tetapi kegiatan ini juga turut menghadirkan dua tokoh masyarakat sebagai pembahas buku yaitu Komisioner Komnas HAM, Uli P. Sihombing, dan anggota LBH Yogyakarta, Kharisma W. Khusniah.

Membahas sejarah dalam 20 tahun, dasar legal dan konstitusional KBB semakin menguat. Zainal menyampaikan apabila dalam masa-masa awal, advokasi KBB lebih menggunakan pendekatan hukum, sedangkan di masa sekarang, pendekatan non-konfrontatif seperti upaya kerja sama dengan pemerintah lebih banyak dipraktikkan.

Lebih lanjut, Zainal menjelaskan salah satu studi kasus di bukunya terkait GKI Yasmin yang ia tulis bersama Husni Mubarak, peneliti dari PUSAD Paramadina. Pembekuan IMB membuat GKI Yasmin membawa kasus ini ke ranah pengadilan. Upaya pertama ini masuk ke dalam ranah litigasi namun berujung buntu. Berlanjut ke tahap-tahap berikutnya, pendekatan negosiasi mulai diupayakan walaupun membutuhkan belasan tahun hingga tercapainya kesepakatan relokasi. Akan tetap sejatinya, Zainal menyampaikan bahwa konflik GKI Yasmin belumlah selesai.

“Saya kira itu belum selesai kalau kita bicara dalam konteks transformasi konflik. Masih ada sebagian jemaat GKI Yasmin yang bertahan, yang tidak akan pergi ke GKI Yasmin yang baru” ucapnya.

Acara ini diteruskan dengan pemaparan Dr. Dyah Kusumaningrum terkait teori konflik. Banyak mispersepsi pandangan masyarakat terhadap konflik yang menjadi tantangan kita bersama. Sejatinya konflik bersifat netral, namun dapat berubah destruktif apabila menggunakan kekerasan. Dyah menjelaskan bahwa damai bukan berarti tidak adanya konflik karena dengan terjadinya konflik lah jalan menuju perdamaian menjadi terbuka.

Buku yang dibahas pada acara ini mendapatkan pujian dari Kharisma W. Khusniah, anggota LBH Yogyakarta. “Menurut saya dari banyak buku, atau hasil penelitian, dan juga jurnal, buku ini sangat fresh. Karena dibanyak buku yang membahas KBB, itu sebagian besar membahas masalah, tapi dibuku ini kita mendapat sesuatu yang baru bahwa ada lesson learned yang dipetik dari proses-proses advokasi yang sudah berjalan” tuturnya.

Komisioner Komnas HAM, Uli P. Sihombing juga turut hadir dalam acara ini. Dihadiri oleh banyak peserta dari akademisi, aktivis, mahasiswa, pemerhati isu KBB serta masyarakat umum, acara Bincang Buku ini ditutup dengan diskusi.

Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi SDGs nomor 4 yaitu tentang Quality Education (SPs/Muthia/arni)

Tags: SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender SDGs

Recent Posts

  • Tak Sekadar Remitansi: Studi SPs UGM Ungkap Dimensi Religius dan Gender Purna Pekerja Migran Indonesia
  • Tim Peneliti Doktor Ilmu Lingkungan Petakan Potensi Airtanah Dalam di Purworejo untuk Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan
  • Peneliti Teknik Biomedis dan DTETI UGM Luncurkan Sistem Deteksi TBC Terintegrasi AI dan Mikroskop Robotik
  • Mengubah Air Hujan Menjadi Sumber Kehidupan: Strategi Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia dan Pengurangan Emisi Karbon
  • Riset UGM Ungkap Kualitas dan Asal Air Tanah di Lereng Timur Gunung Ungaran, Dukung SDG 6
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju