Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM melepas 89 wisudawan program magister (S2) dan doktor (S3) dalam acara pelepasan yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 Gedung SPs UGM, Rabu (22/7). Acara ini menjadi momentum untuk mengukuhkan semangat pengabdian para lulusan dalam menjawab berbagai persoalan bangsa melalui pendekatan lintas disiplin.
Perwakilan wisudawan, Angga Arfika dari Program Studi Magister Agama dan Lintas Budaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing serta mendampingi selama menempuh pendidikan di SPs UGM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen yang telah mengasah sekaligus mengasuh kami, baik melalui proses bimbingan maupun pembelajaran di kelas selama menempuh studi di Sekolah Pascasarjana,” ujarnya.
Menurut Angga, pengalaman belajar di SPs UGM memberikan ruang untuk memahami bahwa persoalan sosial, kebangsaan, dan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu semata.
“Terima kepada Sekolah Pascasarjana yang telah menghadirkan ekosistem pembelajaran lintas disiplin. Di sinilah kami belajar bahwa persoalan bangsa, sosial, dan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu bidang ilmu,” katanya.
Ia menambahkan, selama menempuh pendidikan, para mahasiswa dibentuk melalui tiga nilai utama, yakni kedalaman keilmuan, integritas, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Ketiga nilai tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
“Kami belajar bahwa gelar magister maupun doktor bukanlah untuk kebanggaan pribadi, melainkan untuk kepentingan mengabdi dan menjadikan ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi semua. Wisuda bukanlah akhir perjalanan, justru menjadi pintu keluar menuju ruang pengabdian yang lebih luas karena bangsa dan negara menunggu bakti serta sumbangsih kami,” ungkapnya.
Senada dengan Angga, Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa salah satu keunggulan SPs UGM adalah karakter keilmuannya yang bersifat multidisiplin. Saat ini SPs UGM memiliki 14 program magister dengan dukungan dosen dari berbagai fakultas, mulai dari teknik, ilmu budaya, pertanian, hingga filsafat.
Menurutnya, keberagaman latar belakang keilmuan tersebut menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan itu, Siti Malkhamah juga menekankan pentingnya tiga kecerdasan yang harus dimiliki setiap lulusan, yaitu kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan emosional maupun sosial.
“Betul, kita perlu tiga kecerdasan, yaitu kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan emosional atau sosial. Dengan bekal itu kita mampu bekerja sama, memiliki empati, dan saling menolong. Bertemunya berbagai orang dengan karakter yang berbeda justru akan menumbuhkan empati dan semangat gotong royong,” ujarnya.
Ia berharap bekal yang diperoleh selama menempuh pendidikan di SPs UGM dapat menjadi modal bagi para lulusan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Siti Malkhamah mengingatkan bahwa Indonesia maupun dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan. Namun, di balik situasi tersebut terdapat peluang besar bagi para lulusan untuk menghadirkan solusi melalui ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan kepedulian sosial.
“Kita memahami bahwa kondisi Indonesia maupun global sedang tidak baik-baik saja. Situasi ini memang bisa menimbulkan kekhawatiran, tetapi di sisi lain juga membuka peluang bagi kita untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat melalui ilmu dan pengabdian,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Dekan SPs UGM turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga wisudawan yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan.
Penulis: Arni W
Editor: Ana A


