Setelah memberikan pembekalan kepada guru melalui pelatihan Pendidikan Berlalu Lintas berbasis Massive Open Online Course (MOOC), Universitas Gadjah Mada (UGM) melanjutkan implementasi program tersebut dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Sebanyak 62 siswa yang terdiri atas perwakilan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari 31 SMP, SMA, dan SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Pelatihan Pendidikan Berlalu Lintas Berbasis MOOC yang diselenggarakan pada 21–22 Mei 2026 di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM.
Setiap sekolah mengirimkan satu siswa PKS dan satu siswa OSIS yang didampingi oleh seorang guru pendamping. Para guru pendamping tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan guru Pendidikan Berlalu Lintas berbasis MOOC yang diselenggarakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat UGM. Melalui kegiatan ini, implementasi pendidikan berlalu lintas di sekolah diharapkan dapat berjalan lebih efektif melalui kolaborasi antara guru dan siswa.
Program ini diinisiasi oleh Prof. Ir. Siti Malkhamah bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat UGM serta didukung oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan D.I. Yogyakarta, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan D.I. Yogyakarta, Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik UGM, serta beberapa dinas pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga D.I. Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Pelibatan siswa sebagai peserta utama dinilai menjadi langkah penting dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah. Sementara itu, Prof. Siti Malkhamah menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu upaya strategis dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan membentuk perilaku pengguna jalan yang lebih berkeselamatan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ) 2022 yang menempatkan peningkatan literasi keselamatan pengguna jalan sebagai salah satu strategi utama dalam menekan angka kecelakaan. Melalui pemanfaatan platform MOOC, materi pembelajaran dapat diakses secara lebih luas, fleksibel, dan berkelanjutan oleh peserta didik.
Pada hari pertama, peserta memperoleh pengenalan mengenai tujuan program, konsep pembelajaran berbasis MOOC, serta tata cara penggunaan platform UGM Online. Selain menerima penjelasan mengenai materi, para peserta juga melakukan praktik langsung penggunaan platform melalui perangkat masing-masing. Siswa mempelajari cara mengakses platform, melakukan login, menavigasi modul pembelajaran, menonton video materi, mengakses bahan bacaan, serta mengerjakan kuis yang tersedia pada setiap modul. Kegiatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami materi keselamatan berlalu lintas, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam memanfaatkan platform pembelajaran digital yang nantinya dapat digunakan kembali secara mandiri di sekolah masing-masing. Setelah mengikuti pre-test, siswa melaksanakan pembelajaran pada modul-modul yang telah dikembangkan oleh tim UGM. Setiap sesi dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab bersama dosen serta tim pengabdian kepada masyarakat guna memperdalam pemahaman mengenai keselamatan jalan.
Selama dua hari kegiatan, siswa mempelajari berbagai aspek keselamatan berlalu lintas, mulai dari etika berlalu lintas, keselamatan pejalan kaki dan pengendara sepeda, keselamatan berkendara sepeda motor, hingga peran generasi muda dalam membangun budaya keselamatan jalan. Di akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian program.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi tambahan yang disampaikan oleh BPMP dan BBGTK D.I. Yogyakarta. Selain itu, peserta mengikuti sesi paparan dan berbagi pengalaman dari sekolah yang telah melaksanakan uji coba implementasi Pendidikan Berlalu Lintas berbasis MOOC, yaitu SMA Negeri 1 Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan program di sekolah, tantangan yang dihadapi, serta berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan partisipasi siswa.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan melalui platform MOOC. Materi mengenai rambu lalu lintas dan marka jalan menjadi topik yang paling banyak diminati karena membantu mereka memahami berbagai informasi yang selama ini sering dijumpai di jalan, tetapi belum sepenuhnya dipahami. Selain itu, materi keselamatan pejalan kaki, tata cara menyeberang yang aman, keselamatan berkendara sepeda motor dan sepeda, serta aturan berlalu lintas di persimpangan dan lampu lalu lintas dinilai sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta juga mengapresiasi penggunaan video, animasi, dan kuis interaktif yang membuat proses pembelajaran lebih menarik, mudah dipahami, serta mendorong keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan, yang mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis MOOC berpotensi menjadi media edukasi keselamatan berlalu lintas yang efektif bagi siswa.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi, evaluasi, dan penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan siswa, guru pendamping, dan tim pengabdian kepada masyarakat. Forum tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan masukan sekaligus merumuskan langkah implementasi pendidikan berlalu lintas di sekolah masing-masing setelah kegiatan berakhir.
Sebagai anggota PKS dan pengurus OSIS, peserta diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di sekolah masing-masing. Pemilihan anggota PKS dan OSIS sebagai peserta didasarkan pada peran strategis keduanya dalam lingkungan sekolah. Sebagai organisasi yang dekat dengan kegiatan kesiswaan dan kedisiplinan sekolah, PKS dan OSIS diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pesan keselamatan berlalu lintas kepada teman sebaya, sekaligus mendukung pelaksanaan program pendidikan berlalu lintas secara berkelanjutan di sekolah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui edukasi keselamatan jalan, program ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-Being) dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses pembelajaran yang berkualitas dan inklusif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan mendorong terwujudnya budaya berlalu lintas yang aman dan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan PKS, OSIS, guru pendamping, dan sekolah, UGM berharap pendidikan berlalu lintas berbasis MOOC dapat terus diimplementasikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengetahuan dan kesadaran keselamatan berlalu lintas yang telah diperoleh selama pelatihan dapat disebarluaskan kepada lebih banyak siswa dan memberikan dampak positif bagi terciptanya budaya berlalu lintas yang aman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Penulis: Nanda
Editor: Arfika


