Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melaksanakan kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Cross Border Partnership (CBP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Timor-Leste pada Kamis (16/07). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung penelitian yang berkontribusi terhadap pembangunan berbasis bukti (evidence-based development), khususnya di kawasan perbatasan.
Delegasi SPs UGM dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr.Sc. dan diterima oleh Kepala BP4D Kabupaten Belu, Fredrikus L. Bere Mau, S.T., didampingi Sekretaris BP4D Kabupaten Belu, Stefanus B. Mau Taek, S.T. serta Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dr. Severinus Mau, S.E., M.A. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan membahas berbagai peluang kolaborasi penelitian yang mendukung pembangunan di Kabupaten Belu.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hilda Ismail, Apt., M.Si. memaparkan perkembangan penelitian yang sedang dilaksanakan mengenai keterkaitan faktor kesehatan dan kondisi lingkungan terhadap kasus stunting di wilayah Nusa Tenggara Timur. Penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai determinan yang mempengaruhi prevalensi stunting sehingga dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dalam upaya percepatan penurunan stunting, khususnya di kawasan perbatasan.
Selain memaparkan perkembangan penelitian, Dr. Hilda Ismail juga menyampaikan permohonan dukungan kepada BP4D Kabupaten Belu untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam proses penelitian. Ketersediaan data yang komprehensif diharapkan dapat memperkuat analisis serta menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
“Stunting merupakan permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya aspek kesehatan, tetapi juga kondisi lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Dukungan data dari pemerintah daerah menjadi sangat penting untuk menghasilkan rekomendasi yang berbasis bukti,” ujar Dr. Hilda Ismail.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc. memaparkan penelitian mengenai panen hujan sebagai salah satu pendekatan dalam pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air. Penelitian yang sedang berlangsung saat ini masih berada pada tahap menangkap dan mengkaji karakteristik air hujan untuk memahami potensi sumber daya air di wilayah penelitian. Tahap tersebut menjadi fondasi sebelum penelitian dikembangkan ke arah pemanfaatan air hujan sebagai salah satu solusi pengelolaan air yang berkelanjutan.
Menanggapi paparan tersebut, Kepala BP4D Kabupaten Belu, Fredrikus L. Bere Mau, S.T., menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai penelitian yang tengah dikembangkan oleh SPs UGM. Menurutnya, hasil-hasil penelitian tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih terarah dan berbasis data. BP4D Kabupaten Belu juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan penelitian melalui penyediaan data dan informasi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penulis: Asti Rahmaningrum

