Yogyakarta, 3 Juli 2026 — Sebagai bagian dari implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Program Studi Magister Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) berkolaborasi dengan Desa Wisata Wukirsari menyelenggarakan “Workshop Pengemasan Pekarangan sebagai Atraksi Wisata Wukirsari”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah paradigma bahwa pekarangan bukan sekadar halaman rumah biasa, melainkan dapat menjadi ruang pengalaman yang bermakna bagi wisatawan. Dalam konsep ini, wisatawan diajak untuk berinteraksi langsung melalui rumus sederhana wisata, yaitu: lihat, dengar, coba, cicipi, dan bawa pulang.
Acara yang berlangsung secara kondusif ini diawali dengan pembukaan oleh tokoh masyarakat setempat, yakni Pak Lurah dan Pak Dukuh. Memasuki sesi materi pertama, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai konsep pekarangan sebagai atraksi, yang kemudian dirangkai dengan sesi simbolis penyerahan benih oleh Prof. Edi dan Bu Fifi. Untuk memperkuat pemahaman praktis, agenda dilanjutkan dengan sesi demonstrasi edukasi atraksi wisata. Pada sesi ini, narasumber Pak Jhon, didampingi oleh Hanun dan Aisyah, memperagakan langsung teknik budidaya tanaman seperti praktik sambung pucuk, cangkok, dan stek.
Inti dari workshop ini berpusat pada materi penyusunan dan asesmen pekarangan yang dipandu oleh Azus bersama tim. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok diskusi untuk memetakan potensi awal menggunakan alat bantu visual berupa flipchart kelompok. Mereka mengklasifikasikan pekarangan ke dalam beberapa tema utama yang paling kuat dan realistis, seperti pewarna alam dan membatik, ketahanan pangan, rempah dan herbal, kuliner rumah warga, hingga edukasi budidaya tanaman. Melalui pemetaan ini, warga dapat merancang penataan tanaman, aktivitas, sajian kuliner, serta merajut narasi (storytelling) yang menarik bagi pengunjung.
Setelah jeda istirahat siang, kegiatan berlanjut dengan agenda observasi lapangan untuk melihat langsung implementasi dari konsep yang telah didiskusikan. Survei bersama ini menyusuri rute pekarangan warga, dengan titik kunjungan utama di rumah Pak Jauhari dan Bu Nurjanah. Di lokasi tersebut, peserta mengobservasi ketersediaan ruang, akses, dan potensi aktivitas wisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Rangkaian workshop ini kemudian ditutup dengan sesi diskusi hasil akhir yang dilangsungkan di Joglo Opak.
Inisiatif pengemasan pekarangan berbasis pariwisata ini merupakan langkah konkret SPs UGM dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa sekaligus mendukung pelestarian lingkungan sekitar. Dengan mengoptimalkan fungsi pekarangan menjadi lingkungan lestari dan ruang interaksi yang estetis, program PKM ini juga berkontribusi secara langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peningkatan kemandirian komunitas tercapai melalui dorongan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), yang juga sangat selaras dengan upaya membangun Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (SDG 11).
Penulis: Berlian Belasuni


