Program Studi Magister Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial (Geo-Info), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada 26–27 Juni 2026 di Dusun Banyumanik, Desa Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini berfokus pada pembangunan demplot vertikultur sebagai sarana pembelajaran bersama bagi masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Pertiwi, dalam memanfaatkan pekarangan rumah secara lebih produktif.
Desa Pacarejo merupakan wilayah yang didominasi lahan kering dengan keterbatasan ketersediaan air. Kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan pekarangan rumah belum optimal sehingga pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga masih banyak bergantung pada pasar. Melalui pendekatan vertikultur, yaitu teknik budidaya tanaman secara bertingkat yang memanfaatkan ruang sempit, masyarakat diperkenalkan pada alternatif budidaya yang hemat lahan, mudah dirawat, memanfaatkan bahan lokal, serta sesuai untuk tanaman sayuran berumur panen pendek.
Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat tidak hanya membangun demonstration plot (demplot) sebagai contoh penerapan teknik vertikultur, tetapi juga memperkuat kapasitas anggota KWT Pertiwi melalui edukasi mengenai konsep vertikultur, pemilihan media tanam, hingga pemanfaatan bahan lokal seperti gerabah atau plempem sebagai wadah tanam. Demplot tersebut dirancang sebagai pusat pembelajaran yang menampilkan berbagai jenis sayuran cepat panen dan tanaman bumbu rumah tangga yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc. dengan anggota tim Maftuchah Aleyda Yahya, Andika Bening Nurani, Dini Ariva, S.T., Yunia Puspa Amellia, S.P., dan Tenaya Putri Badra Prawatya, S.P. Program ini merupakan bagian dari skema Komunitas Binaan Sekolah Pascasarjana UGM Tahun 2026, yang mendorong kolaborasi multidisiplin dalam menjawab tantangan pembangunan masyarakat melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui pelaksanaan program ini, tim PKM turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan rumah tangga, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan akses terhadap pangan segar dan bergizi, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Demplot vertikultur yang telah dibangun diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan bagi anggota KWT Pertiwi maupun masyarakat sekitar. Selain meningkatkan keterampilan budidaya tanaman skala rumah tangga, program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pangan berbasis pekarangan yang lebih mandiri, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah kering seperti Kabupaten Gunungkidul.
Penulis: Yeti susilowati

