Tim pengabdian masyarakat Program Studi Magister Kajian Pariwisata melaksanakan kegiatan survei dan pengambilan data di Desa Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Jumat (5/6). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB ini merupakan tahap awal dari program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Wukirsari Imogiri melalui Pemanfaatan Pekarangan untuk Sumber Bahan Pewarna Alam Batik.”
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti, Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr., Ph.D., bersama lima anggota tim yang berasal dari SPs UGM. Melalui survei ini, tim melakukan identifikasi kondisi masyarakat, potensi pekarangan, serta peluang pengembangan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pewarna alam untuk mendukung aktivitas membatik di wilayah tersebut.
Program pengabdian ini berangkat dari hasil penelitian yang menunjukkan perlunya upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, diperlukan desain pemanfaatan pekarangan yang dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat serta berbagi pengalaman dan praktik baik dari pelaku batik pewarna alam yang telah berhasil mengembangkan usahanya.
Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan observasi lapangan dan pengumpulan data untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi lingkungan, potensi sumber daya lokal, serta kesiapan masyarakat dalam mengembangkan pemanfaatan pekarangan. Data yang diperoleh akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Desa Wukirsari.
Menurut Siti Nurul Rofiqo Irwan, pemanfaatan pekarangan memiliki potensi yang besar untuk mendukung pengembangan sumber bahan pewarna alam sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan mengenai budidaya tanaman pewarna alam dan mengoptimalkan lahan pekarangan yang dimiliki untuk kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi.
Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan dan tanaman sumber pewarna alam batik, program ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan berbasis agrowisata yang mengintegrasikan budidaya tanaman pangan dan tanaman pewarna alam. Dengan demikian, pekarangan tidak hanya berfungsi sebagai ruang produksi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan survei dan pengambilan data ini menjadi langkah awal dalam rangkaian program pengabdian yang akan dilaksanakan di Desa Wukirsari. Hasil survei akan digunakan sebagai dasar penyusunan kegiatan pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Penulis: Yeti Susilowati

