Upaya membangun ruang dialog lintas agama yang lebih inklusif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan The 7th Mini Graduate Student Conference yang dilaksanakan di Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Kegiatan ini merupakan kolaborasi akademik antara Program Studi Agama dan Lintas Budaya (ALB) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Program Studi Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), Fakultas Teologi UKSW, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselenggarakan pada 6 Juni 2026.
Mengusung tema “Interreligious Engagements: Everydayness and Informal Dialogue”, konferensi ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa pascasarjana untuk mendiskusikan hasil penelitian, memperluas jejaring akademik, sekaligus merefleksikan praktik hubungan antaragama dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang menghadirkan perwakilan CRCS/IRS Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Fatimah Husein, M.A., Ph.D., bersama Rev. Irene Ludji, MAR, Ph.D., selaku Wakil Dekan Fakultas Teologi UKSW. Dalam sambutannya, kedua narasumber menegaskan pentingnya ruang akademik sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman lintas agama melalui pendekatan dialogis, kritis, dan berbasis pengalaman sosial.
Sepanjang konferensi, peserta mempresentasikan berbagai hasil penelitian yang terbagi ke dalam tiga panel utama, yaitu Ritual, Collective Memory, and Cultural Moderation, Public Space, Freedom & Living Across Boundaries, serta Food, Materiality & Everyday Hospitality. Berbagai tema yang diangkat menunjukkan bagaimana praktik keberagamaan tidak hanya hadir dalam ruang-ruang formal, tetapi juga termanifestasi dalam aktivitas keseharian, memori kolektif, budaya lokal, ruang publik, hingga praktik berbagi makanan dalam masyarakat yang majemuk.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah panel “Public Space, Freedom & Living Across Boundaries” yang menghadirkan kajian mengenai pengalaman mahasiswa Kristen dalam membangun relasi pertemanan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian tersebut menawarkan perspektif yang menarik mengenai bagaimana ruang akademik dapat menjadi arena perjumpaan lintas identitas yang memungkinkan tumbuhnya rasa saling memahami, menghargai, dan bekerja sama di tengah perbedaan keyakinan.
“Sebagai mahasiswa angkatan 2025 ALB, ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti Mini Graduate Student Conference. Tema besar Interreligious Engagements benar-benar terasa sejak memasuki venue konferensi di Fakultas Teologi UKSW. Tidak hanya itu, seluruh penelitian yang dipresentasikan juga sangat menarik dan semakin memperkuat semangat dialog lintas agama yang menjadi fokus kegiatan ini. Salah satu yang paling berkesan adalah penelitian dari rekan-rekan UIN Sunan Kalijaga yang mengangkat pengalaman mahasiswa Kristen dalam membangun relasi pertemanan di lingkungan kampus mereka,” ungkap Marsekal Gimbo, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam konferensi.
Penyelenggaraan The 7th Mini Graduate Student Conference menjadi bukti komitmen institusi pendidikan tinggi dalam mendorong pengembangan studi agama yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer. Melalui kolaborasi antara UGM, UKSW, dan UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang dialog yang mampu menjembatani perbedaan, memperluas perspektif, serta membangun masa depan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Penulis : Siti Muyasaroh









