Yogyakarta, 5 Oktober 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bersama Program Studi Doktor Perekonomian Islam dan Industri Halal (PIIH) menyelenggarakan workshop bertema “Systematic Literature Review: Fondasi Kontribusi Ilmiah dalam Penelitian Doktoral melalui Watase UAKE” pada Senin (5/10/2026). Kegiatan akademis ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dan bertempat di Ruang Sidang A, Lantai 5, Gedung SPs UGM. Pelatihan teknis ini secara khusus diselenggarakan untuk memandu mahasiswa doktoral dalam mengelola ribuan data literatur ilmiah secara sistematis dan efisien. Pelatihan ini menghadirkan Dr. Lilik Wahyudi, S.E., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret sekaligus Founder Watase UAKE, sebagai narasumber utama. Seluruh mahasiswa Program Doktor PIIH menghadiri agenda ini sebagai bagian integral dari perkuliahan Metodologi Penelitian dan Workshop Penelitian Konsentrasi. Melalui kegiatan interaktif ini, para mahasiswa diharapkan mampu memperkuat landasan metodologi riset demi mendukung percepatan kelulusan dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah mereka.
Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Lilik memperkenal platform Watase UAKE sebagai alat bantu komprehensif untuk mendukung proses penelusuran, seleksi, hingga pengolahan literatur bereputasi. Beliau menjelaskan secara detail perbedaan mendasar antara metode Systematic Literature Review (SLR) dan kajian literatur konvensional yang kerap digunakan peneliti. Pada pendekatan konvensional, peneliti umumnya mencari artikel, membaca secara keseluruhan, lalu memilih dokumen yang dianggap relevan bagi risetnya. Sebaliknya, metode SLR membalik alur kerja tersebut dengan melakukan seleksi kualitas artikel terlebih dahulu berdasarkan kriteria ketat sebelum membaca isi dokumen lebih mendalam. “Kajian konvensional polanya adalah mencari, membaca, baru kemudian memilih. Kalau SLR kita balik, pilih dulu melalui quality selection, baru kemudian dibaca,” terang Dr. Lilik di hadapan para peserta. Penjelasan ini memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa doktoral dalam menyaring ribuan pustaka akademis secara efisien dan terukur.
Selanjutnya, pemateri memaparkan integrasi kerangka kerja PRISMA dan SPAR-4-SLR untuk menjaga akuntabilitas serta transparansi penyusunan kajian pustaka ilmiah. Kerangka PRISMA digunakan secara khusus pada tahap identifikasi, penyaringan awal, hingga penilaian kelayakan artikel yang akan ditelaah. Sementara itu, kerangka SPAR-4-SLR dimanfaatkan untuk memandu proses analisis data sintesis serta pelaporan hasil kajian secara sistematis. Dr. Lilik menekankan pentingnya penerapan internal quality control melalui penapisan abstrak, judul, kata kunci, dan pembatasan rentang tahun publikasi. Pemateri juga menggarisbawahi aturan ketat pengelolaan sumber data di mana seluruh entri wajib bersumber tunggal dari Scopus demi menjaga integritas peringkat jurnal. Penggunaan data sekunder di luar Scopus dilarang keras pada sistem auto reporting berbasis AI karena dapat merusak kalkulasi statistik serta memicu anomali tafsir artikel.
Memasuki tahap teknis pengunduhan dokumen, peserta dibekali strategi praktis dalam memanfaatkan portal jurnal internasional yang dilanggani kampus melalui akses Single Sign-On (SSO) UGM. Untuk mempercepat proses pengunduhan dalam jumlah besar, narasumber membagikan trik pengaturan khusus pada peramban Mozilla Firefox agar akun pengguna tidak terdeteksi sebagai bot. Pemateri turut memaparkan opsi alternatif Sci-Hub sebagai jalan keluar sekunder saat akses resmi mengalami hambatan, meski peserta tetap dianjurkan memprioritaskan jalur resmi. Selain itu, peserta diajarkan cara mengatasi kendala perbaikan metadata pada Watase UAKE, seperti pengeditan manual DOI menggunakan PDF Editor dan pemulihan data yang rusak. Peserta juga dilatih menggunakan perangkat lunak OCR FineReader untuk menormalisasi karakter simbolik tersembunyi pada jurnal terbitan dalam negeri akibat penggunaan peranti lunak tidak terlisensi. Penanganan kendala teknis ini sangat krusial agar seluruh metadata artikel dapat terbaca secara sempurna oleh sistem analisis otomatis.
Pada fase seleksi, alur kerja terintegrasi Watase UAKE secara otomatis mampu menyusun laporan diagram PRISMA, analisis penilaian kritis, serta kerangka kerja SPARK berdasarkan basis data Scopus. Peserta diajarkan mengelola status kelayakan artikel pada tahap Path & Item (P&I) dengan memperbarui dataset Scopus tanpa perlu mengubah kata kunci pencarian. Dalam proses pengolahan informasi, narasumber menjelaskan tiga tahapan penting yang terdiri dari mining, extraction, dan classification. Tahap mining digunakan untuk menarik metadata dasar seperti judul dan abstrak, sedangkan extraction dilakukan untuk mengambil informasi spesifik seperti variabel dan hipotesis. “Metadata seperti judul, penulis, dan abstrak bisa kita mining. Namun untuk variabel, hipotesis, dan lokasi negara tempat penelitian, kita harus melakukan extraction,” jelas Dr. Lilik. Untuk meningkatkan efisiensi, pemateri memperkenalkan fitur Auto AI Web Service yang mampu mengekstrak landasan teori dan konteks penelitian dari file digital secara otomatis.
Pada sesi akhir kegiatan, peserta mempelajari penerapan research knowledge guna mengidentifikasi kebaruan serta pola riset dari seluruh literatur yang telah dikumpulkan. Pemateri kemudian memberikan panduan komprehensif mengenai teknik penulisan (writing) dan pelaporan (reporting) untuk menyusun draf artikel ilmiah yang siap dipublikasikan. Tidak hanya menyimak pemaparan teori, para mahasiswa doktoral juga melakukan praktik langsung menggunakan platform Watase UAKE secara mandiri di bawah bimbingan tim instruktur. Praktik ini mencakup simulasi penelusuran mandiri, penyaringan data, hingga pengelompokan informasi ilmiah sesuai dengan topik disertasi masing-masing peserta. Pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan mahasiswa doktoral SPs UGM dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi internasional yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Penulis: Nadia Fadlillah Daniswari dan M Naufal Majid
Editor: Berlian Belasuni

