
Yogyakarta, 31 Maret 2026 — Tim Peneliti dari Program Studi Magister Teknik Biomedis, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) mengembangkan baseplate radioterapi modular universal yang berfungsi untuk meningkatkan performa pelayanan selama prosedur radioterapi. Penelitian ini diketuai oleh Ir. I Gusti Bagus Budi Dharma, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dan dilaksanakan sepanjang tahun 2025 melalui kolaborasi dengan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan RSAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta.
Pengembangan prototipe diawali dengan pengumpulan kebutuhan klinis melalui kuesioner dan diskusi terarah dengan radiografer, dokter spesialis onkologi radiasi, dan fisikawan medis. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain teknis menggunakan piranti lunak rekayasa dan diwujudkan menjadi prototipe melalui teknologi Fused Deposition Modeling (FDM) 3D printing. Tahap verifikasi fungsional dilakukan pada beberapa perangkat radioterapi seperti Linac Elekta, Varian TrueBean dan CT Simulator Canon untuk memastikan kompatibilitas lintas modalitas.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa prototipe mampu mempertahankan deviasi posisi kurang dari 2 mm, sesuai batas toleransi klinis yang berlaku. Menurut dr. Eriko Ekaputra, Sp.Onk.Rad (K), dokter onkologi radiasi yang terlibat dalam pengujian, “Akurasi posisi pasien merupakan faktor yang sangat menentukan mutu terapi. Penggunaan baseplate ini membantu memastikan bahwa terapi radiasi tepat mengenai target tanpa mengorbankan keselamatan jaringan sehat.”
Selain aspek akurasi, perangkat ini menunjukkan waktu pemasangan rata-rata 1,7 menit, lebih cepat dibandingkan standar operasional yang umumnya memerlukan waktu lima menit. Kecepatan tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi alur pelayanan harian serta kenyamanan pasien.
Desain modular memungkinkan satu perangkat digunakan untuk tiga area terapi, yakni kepala, leher, dan payudara sehingga dapat mengurangi kebutuhan variasi peralatan dan meningkatkan akses layanan radioterapi khususnya di fasilitas kesehatan yang berkembang. Inovasi ini mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi dan rekayasa perangkat medik, serta memperkuat kolaborasi institusi antara universitas dan rumah sakit mitra.
Ke depan, tim peneliti berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut menggunakan material komposit dan diimplementasikan di berbagai fasilitas radioterapi di Indonesia.
Sumber: I Gusti Bagus BD
Editor: Asti Rahmaningrum
Foto: I Gusti Bagus BD