Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Selasa (14/7), di Gedung Rektorat UNDANA, Kupang. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan sinergi antar institusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rombongan Sekolah Pascasarjana UGM dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr.Sc. dan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNDANA, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., bersama Direktur Pascasarjana UNDANA, Dr. Hamza H. Wulakada, S.P., M.Si.
Turut hadir dalam rombongan Sekolah Pascasarjana UGM, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. techn. Khabib Mustofa, S.Si., M.Kom., Ketua Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial, S2 Ilmu Lingkungan, Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc., Koordinator Penjaminan Mutu Penelitian dan Publikasi, Ahmad Suparmin, S.P., M.Agr.Sc., Ph.D., serta Ketua Program Studi Magister Teknik Biomedis , Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc.
Dalam kesempatan tersebut, Sekolah Pascasarjana UGM memaparkan pelaksanaan program Cross Border Partnership (CBP), salah satu program unggulan yang mendorong kolaborasi dosen dan peneliti dalam kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste. Melalui program ini, para dosen diberi mandat untuk menginisiasi dan melaksanakan berbagai kegiatan kolaboratif bersama mitra perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami melihat UNDANA sebagai mitra strategis yang memiliki potensi besar untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di wilayah perbatasan. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang nyata, baik bagi kedua institusi maupun bagi masyarakat”, ujar Prof. Widyanto.
Kegiatan yang dijalankan difokuskan pada empat klaster utama, yaitu klaster sains dan teknologi, klaster kesehatan, klaster agrokompleks, serta klaster sosial humaniora. Keempat klaster tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di kawasan perbatasan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNDANA, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki tantangan yang kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Isu perbatasan menjadi perhatian penting, tidak hanya di wilayah darat tetapi juga di wilayah laut. Harapan kami, bersama SPs UGM dapat terjalin kolaborasi yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan kawasan perbatasan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Penulis: Asti Rahmaningrum

