Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Program Minat Studi Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki berbagai peluang kolaborasi akademik dalam upaya memperkuat pendidikan perdamaian di Indonesia.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan produktif, kedua program studi membahas berbagai bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian bersama adalah penguatan kolaborasi riset pada bidang perdamaian, resolusi konflik, pembangunan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi penelitian, MPRK UGM dan MPRK USK berkomitmen untuk menghasilkan kajian-kajian akademik yang tidak hanya memperkaya keilmuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan praktik perdamaian di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Selain penguatan riset, kedua institusi juga mendiskusikan peluang pengembangan program akademik bersama, termasuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi dalam proses pembelajaran, penyelenggaraan seminar dan diskusi ilmiah, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman akademik mahasiswa, memperkaya perspektif lintas budaya, serta memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami dan mengelola dinamika konflik serta pembangunan perdamaian.
Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah penguatan jejaring alumni sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perdamaian yang berkelanjutan. Jaringan alumni dipandang memiliki peran strategis dalam memperluas kolaborasi lintas sektor, memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta mendukung berbagai inisiatif yang mendorong terwujudnya masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan.
Ketua kedua program studi tersebut sepakat bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan dan penggerak perdamaian di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kerja sama antara MPRK UGM dan MDRK USK diharapkan dapat berkontribusi pada lahirnya pendidik, peneliti, dan praktisi perdamaian yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial di masa depan.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, terutama melalui penguatan kapasitas akademik dan pengembangan pembelajaran yang inklusif, lalu SDG 16 : Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, yaitu melalui pengembangan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian terkait perdamaian dan resolusi konflik, serta SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yaitu melalui penguatan kerja sama antarperguruan tinggi.
Melalui pertemuan ini, MPRK UGM dan MDRK USK menegaskan komitmen bersama untuk terus membangun sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan jejaring akademik sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya damai. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mencetak generasi pendidik perdamaian yang mampu berkontribusi bagi pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, harmonis, dan berkelanjutan di Indonesia maupun di tingkat global.
Penulis: Elisa Cahya K
Editor: Burhanul Aqil




