Yogyakarta, 8 April 2026 – Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kolaborasi akademik lintas disiplin yang dinamis di lingkungan universitas. Melalui sinergi strategis antara Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) SPs UGM dengan Departemen Sejarah UGM, sebuah diskusi mendalam bertajuk “History and Memory Making Through Arts and Performance” sukses digelar pada Senin, 6 April 2026. Pertemuan ilmiah ini bertujuan untuk membedah bagaimana seni dapat menjadi instrumen penting dalam mendokumentasikan peristiwa masa lalu. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata betapa pentingnya kerjasama antar fakultas dalam memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa pascasarjana. Dengan menghadirkan perspektif yang beragam, SPs UGM berupaya menciptakan ruang dialog yang kritis dan inovatif bagi seluruh sivitas akademika.
Ruang Sidang A Lantai 5 Gedung SPs UGM menjadi saksi bertemunya berbagai perspektif akademik saat Dr. Sadiah Boonstra hadir sebagai pembicara utama. Beliau merupakan sosok pakar sejarah yang saat ini menjabat sebagai Research Fellow di UGM sekaligus Honorary Fellow dari Melbourne University. Dalam pemaparannya, Dr. Sadiah mengajak para peserta menyelami lorong waktu untuk melihat bagaimana peristiwa sejarah dan memori kolektif sebuah bangsa dapat diinterpretasikan kembali. Beliau menekankan bahwa sejarah tidak hanya hidup dalam catatan buku teks, tetapi juga dirawat dan dihidupkan melalui medium seni pertunjukan yang lebih emosional. Penjelasan yang mendalam ini memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai cara-cara kreatif dalam mengarsipkan warisan budaya bangsa.
Meski digelar di sore hari, atmosfer diskusi di dalam ruangan terpantau tidak surut sedikit pun dan justru semakin menghangat. Mahasiswa dari PSPSR dan Departemen Sejarah tampak sangat larut dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang secara interaktif. Interaksi hangat dengan pakar internasional ini membuktikan bahwa isu warisan budaya (heritage) tetap menjadi topik menarik yang menantang untuk dibedah oleh para intelektual muda. Para peserta aktif memberikan pertanyaan dan tanggapan yang kritis terhadap materi yang disampaikan sepanjang acara berlangsung. Suasana dinamis ini mencerminkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengeksplorasi keterkaitan antara praktik seni dengan narasi sejarah yang ada di masyarakat.
Lebih dari sekadar wadah berbagi ilmu, inisiatif yang diambil oleh PSPSR SPs UGM ini merupakan langkah nyata dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mencakup poin Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dengan memberikan akses pengetahuan kelas dunia secara langsung bagi para mahasiswa pascasarjana. Selain itu, kolaborasi ini juga secara eksplisit mendukung Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) melalui penguatan sinergi dengan jaringan pakar global. Melalui kegiatan internasional seperti ini, SPs UGM terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas jaringan kerja sama di tingkat global. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat posisi UGM sebagai universitas kelas dunia.
Penulis: Berlian Belasuni



