• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Menggali Jejak Sejarah dan Memori Kolektif Melalui Seni Pertunjukan di Sekolah Pascasarjana UGM

Menggali Jejak Sejarah dan Memori Kolektif Melalui Seni Pertunjukan di Sekolah Pascasarjana UGM

  • Berita
  • 9 April 2026, 15.39
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Yogyakarta, 8 April 2026 – Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kolaborasi akademik lintas disiplin yang dinamis di lingkungan universitas. Melalui sinergi strategis antara Program Studi Doktor Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) SPs UGM dengan Departemen Sejarah UGM, sebuah diskusi mendalam bertajuk “History and Memory Making Through Arts and Performance” sukses digelar pada Senin, 6 April 2026. Pertemuan ilmiah ini bertujuan untuk membedah bagaimana seni dapat menjadi instrumen penting dalam mendokumentasikan peristiwa masa lalu. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata betapa pentingnya kerjasama antar fakultas dalam memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa pascasarjana. Dengan menghadirkan perspektif yang beragam, SPs UGM berupaya menciptakan ruang dialog yang kritis dan inovatif bagi seluruh sivitas akademika.

Ruang Sidang A Lantai 5 Gedung SPs UGM menjadi saksi bertemunya berbagai perspektif akademik saat Dr. Sadiah Boonstra hadir sebagai pembicara utama. Beliau merupakan sosok pakar sejarah yang saat ini menjabat sebagai Research Fellow di UGM sekaligus Honorary Fellow dari Melbourne University. Dalam pemaparannya, Dr. Sadiah mengajak para peserta menyelami lorong waktu untuk melihat bagaimana peristiwa sejarah dan memori kolektif sebuah bangsa dapat diinterpretasikan kembali. Beliau menekankan bahwa sejarah tidak hanya hidup dalam catatan buku teks, tetapi juga dirawat dan dihidupkan melalui medium seni pertunjukan yang lebih emosional. Penjelasan yang mendalam ini memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai cara-cara kreatif dalam mengarsipkan warisan budaya bangsa.

Meski digelar di sore hari, atmosfer diskusi di dalam ruangan terpantau tidak surut sedikit pun dan justru semakin menghangat. Mahasiswa dari PSPSR dan Departemen Sejarah tampak sangat larut dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang secara interaktif. Interaksi hangat dengan pakar internasional ini membuktikan bahwa isu warisan budaya (heritage) tetap menjadi topik menarik yang menantang untuk dibedah oleh para intelektual muda. Para peserta aktif memberikan pertanyaan dan tanggapan yang kritis terhadap materi yang disampaikan sepanjang acara berlangsung. Suasana dinamis ini mencerminkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengeksplorasi keterkaitan antara praktik seni dengan narasi sejarah yang ada di masyarakat.

Lebih dari sekadar wadah berbagi ilmu, inisiatif yang diambil oleh PSPSR SPs UGM ini merupakan langkah nyata dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mencakup poin Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dengan memberikan akses pengetahuan kelas dunia secara langsung bagi para mahasiswa pascasarjana. Selain itu, kolaborasi ini juga secara eksplisit mendukung Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) melalui penguatan sinergi dengan jaringan pakar global. Melalui kegiatan internasional seperti ini, SPs UGM terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas jaringan kerja sama di tingkat global. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat posisi UGM sebagai universitas kelas dunia.

Penulis: Berlian Belasuni

Tags: Dr. Sadiah Boonstra Internasional Kuliah Tamu PSPSR SPs UGM SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas Sejarah dan Memori sekolah pascasarjana ugm Sivitas Akademika Warisan Budaya

Recent Posts

  • Menggali Jejak Sejarah dan Memori Kolektif Melalui Seni Pertunjukan di Sekolah Pascasarjana UGM
  • Sekolah Pascasarjana UGM Gelar Syawalan 1447 H: Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan
  • Tim Peneliti SPs UGM Kembangkan Baseplate Radioterapi Modular untuk Meningkatkan Performa Pelayanan Penanganan Pasien Kanker
  • Minim Regenerasi, Seni Ritual Srandul Sunti Hadapi Ancaman Kepunahan
  • Agar Tak Sekadar Komoditas Politik, Peneliti SPs UGM Tawarkan Strategi Baru Kelola Program MBG
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju