Yogyakarta, 2 Mei 2026 – Mahasiswa MTPB Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kampung Blimbingsari dan kawasan Bantaran Sungai Code, Yogyakarta.
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kontekstual kepada mahasiswa mengenai dinamika pemberdayaan masyarakat di kawasan perkotaan padat penduduk. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng.selaku dosen pengampu mata kuliah.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kampung Blimbingsari. Pada lokasi ini, mahasiswa mengamati berbagai bentuk inisiatif masyarakat, salah satunya melalui keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Pandansari. KWT menjadi salah satu bentuk pengorganisasian warga yang berperan dalam mendorong kegiatan produktif berbasis komunitas, terutama melalui pemanfaatan ruang terbatas untuk kegiatan pertanian perkotaan.
Setelah dari Blimbingsari, kegiatan dilanjutkan ke kawasan Bantaran Sungai Code. Lokasi ini memberikan konteks pembelajaran yang berbeda karena mahasiswa berhadapan langsung dengan kawasan permukiman padat yang berada di sekitar sungai perkotaan. Sungai Code tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga berhubungan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan sejarah masyarakat di sekitarnya.
Salah satu titik penting dalam kunjungan adalah Sekolah Sungai Code. Sekolah Sungai Code merupakan ruang edukasi nonformal yang dikembangkan untuk memberikan pembelajaran mengenai sungai dan lingkungan kepada masyarakat maupun pengunjung.
Mahasiswa juga mengamati keberadaan sistem pemantauan sungai dan mitigasi bencana, termasuk fasilitas telemetry dan Early Warning System (EWS). Sistem ini berfungsi untuk memantau kondisi tinggi muka air secara real-time dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila terjadi potensi banjir.
Secara keseluruhan, kunjungan lapangan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa pemberdayaan masyarakat di kawasan perkotaan tidak dapat dilepaskan dari konteks ruang, lingkungan, ekonomi, risiko bencana, dan kelembagaan warga. Blimbingsari memperlihatkan bagaimana masyarakat mengelola keterbatasan lahan melalui hidroponik, penghijauan, bank sampah, dan potensi UMKM. Sementara itu, Bantaran Sungai Code menunjukkan bagaimana komunitas mengembangkan sistem edukasi sungai, pengelolaan air bersih, mitigasi bencana, pengolahan limbah, serta pelestarian aset sosial-budaya.
Penulis : Ismi Sri Rahayu
Editor : Siti Muyasaroh















