Yogyakarta, 21 September 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menyelenggarakan Kuliah Perdana Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 Genap dan Tahun Akademik 2026/2027 Gasal secara luring di Auditorium Lantai 5. Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta serta pembagian kudapan pagi untuk membangun kebersamaan antar mahasiswa baru dari berbagai program studi. Acara pembukaan resmi dilangsungkan secara khidmat melalui penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada secara bersama-sama. Sambutan pembuka disampaikan oleh Dekan SPs UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., yang mengapresiasi antusiasme para mahasiswa baru dalam memilih institusi ini. Prosesi penyambutan dilanjutkan dengan penyerahan jaket almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai tanda resmi diterimanya mereka dalam civitas akademika UGM.
Agenda inti hari pertama dilanjutkan dengan kuliah umum bertema peran strategis Sekolah Pascasarjana dalam mengangkat reputasi universitas dan kemajuan bangsa yang berkelanjutan. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Ketua Senat Akademik UGM periode 2026–2031, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P., dengan dimoderatori oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama SPs UGM, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr. Dalam pemaparannya, Prof. Wahyudi menekankan pentingnya penerapan pendekatan transdisiplin bagi mahasiswa pascasarjana untuk memecahkan persoalan nyata di masyarakat. Ia mencontohkan kendala pada proyek strategis nasional pengembangan panel surya di Rempang akibat kurangnya dialog sosial dan pendekatan komprehensif. Mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak tanpa mengorbankan integritas akademik serta prinsip student-centered learning (4C). Sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif dan sesi Tanya jawab bersama para mahasiswa baru.
Selepas kuliah umum, kegiatan berlanjut pada sesi teknis pengenalan sistem digital kampus yang mencakup Simaster dan Learning Management System (LMS) oleh Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan SPs UGM. Narasumber menjelaskan fungsi portal Simaster sebagai pusat layanan administrasi akademik mulai dari pengisian rencana studi hingga pemantauan nilai. Di samping itu, diperkenalkan pula platform pembelajaran daring eLOK yang terintegrasi dengan ekosistem Google dan akun Single Sign-On (SSO) UGM. Acara dilanjutkan dengan sesi penjelasan akademik terpisah secara paralel: program Magister (S2) dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama di Ruang Auditorium, sementara program Doktor (S3) dipimpin langsung oleh Dekan SPs UGM di Ruang 406 dan 407. Menjelang siang, seluruh peserta mengikuti istirahat, shalat, dan makan siang (ISHOMA).
Sesi siang hari pertama diisi dengan materi kesehatan jasmani-rohani serta pencegahan pelanggaran etik melalui topik Health Promoting University (HPU) dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Materi ini disampaikan oleh Ketua Health Promoting University UGM, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., yang mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik minimal seratus lima puluh menit setiap pekan. Prof. Yayi juga memaparkan fungsi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM dalam menciptakan ruang aman bebas dari pelecehan. UGM menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan yang bersumber dari ketimpangan relasi kuasa. Rangkaian hari pertama ditutup dengan pengenalan perpustakaan dan akses literatur digital oleh Kepala Bidang Perpustakaan UGM, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., yang mendorong mahasiswa memaksimalkan akun SSO UGM untuk mengakses katalog OPAC, jurnal internasional, dan repositori institusi.
Rangkaian Kuliah Perdana hari kedua diawali dengan registrasi ulang peserta dan penyediaan kudapan pagi sebelum materi dimulai. Acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara melalui susunan kegiatan yang telah terjadwal untuk memandu jalannya hari kedua. Sesi pagi diisi dengan pembekalan karakter melalui pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an oleh Ketua Dewan Guru Besar UGM Periode 2026–2031, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. Prof. Panut menguraikan mandat historis serta sosiologis UGM sebagai universitas nasional yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi wajib dilandasi kejujuran ilmiah dan integritas riset tanpa manipulasi data. Nilai gotong royong ditekankan melalui filosofi lokal “Cemara Tujuh” yang mencakup Pitutur, Pituduh, dan Pitulungan. Sesi ini ditutup dengan pengambilan hikmah dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir agar akademisi memiliki rasa ingin tahu tinggi, kerendahan hati untuk belajar, dan kemampuan berpikir beyond logical thinking.
Sesi berikutnya pada hari kedua diisi dengan materi manajemen pikiran bagi pembelajar oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM SPs UGM, Dr. tech. Khabib Mustofa, S.Si., M.Kom. Mengingat dinamika akademik pascasarjana, Khabib mengajak mahasiswa memahami cara kerja pikiran sadar dan bawah sadar untuk mengelola stres secara efektif. Ia menjelaskan bahwa setiap kejadian bersifat netral, dan mahasiswa memiliki kendali penuh dalam memberikan makna serta mengendalikan emosi diri. Melalui penanaman growth mindset dan penguasaan empat pilar manajemen pikiran (fokus, makna, emosi, tindakan), mahasiswa dibekali ketahanan mental yang memadai. Menjelang akhir acara, mahasiswa baru diperkenalkan dengan organisasi kemahasiswaan melalui sesi pengenalan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana, Norol Latifah, S.H., guna memperluas jejaring kolaborasi antarmahasiswa lintas disiplin. Seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Perdana SPs UGM ini kemudian ditutup secara resmi.
Penulis: Nadia Fadlillah D., M. Naufal Majid
Editor: Berlian B.





