Yogyakarta, 13 Mei 2026 — Program Studi Kajian Budaya dan Media (KBM) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Workshop on Discourse Network Analysis (DNA) and the Discourse Coalition Framework (DCF) di Ruang Sidang A Lt. 5 Unit 1 Sekolah Pascasarjana UGM.
Workshop menghadirkan Prof. Dr. Frans J.S. Wijsen sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Dian Dwi Anisa, S.Pd., M.A. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KBM UGM, mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UII, serta anggota KATABUMI.
Workshop berfokus pada pengenalan pendekatan Discourse Network Analysis (DNA) dan Discourse Coalition Framework (DCF) dalam penelitian sosial-humaniora. Dalam pemaparannya, Prof. Wijsen menjelaskan bahwa DNA dan DCF dapat digunakan untuk membaca hubungan antar aktor, gagasan, serta pembentukan koalisi wacana dalam berbagai isu publik.
Menurutnya, pendekatan tersebut relevan digunakan dalam penelitian media, budaya, agama, komunikasi, hingga kebijakan publik karena mampu memetakan dinamika wacana secara lebih sistematis dan berbasis jejaring.
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan pengantar konseptual mengenai DNA–DCF, sedangkan sesi kedua dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan praktik langsung penerapan metode dalam penelitian. Peserta diajak memahami proses identifikasi aktor, pemetaan jejaring wacana, hingga pembacaan relasi antargagasan dalam suatu isu.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait kemungkinan penerapan DNA–DCF dalam riset-riset interdisipliner. Melalui workshop ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman metodologis yang lebih mendalam sekaligus mampu mengembangkan pendekatan analisis wacana berbasis jejaring dalam penelitian mereka.
Penulis : Khoirul Mujazanah
Tag SDGs : SDG 4 – Quality Education; SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure; SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions; SDG 17 – Partnerships for the Goals



