Magelang, 20 Mei 2026 – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan mengusung tema “Eco Action, Climate Reaction: From Land to Water We Act Together” di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bompon dan Industri MOCAF, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen akademik dalam memperkuat kesadaran ekologis, memperluas pengalaman pembelajaran lapangan, serta mendorong kolaborasi multipihak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan UGM, mahasiswa lintas program studi, dosen, serta mitra lokal ini dirancang sebagai ruang integrasi antara pengetahuan ilmiah, praktik konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai isu lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aksi nyata yang berkontribusi terhadap upaya konservasi sumber daya alam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan expert talk yang disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya konservasi lahan sebagai strategi fundamental dalam menjaga keberlanjutan ekosistem daerah aliran sungai. Pengelolaan lahan yang berkelanjutan dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan resiliensi lingkungan, mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, serta mendukung upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin kompleks.
Sebagai implementasi dari materi yang disampaikan, peserta melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan DAS Bompon. Aksi penanaman ini menjadi simbol sekaligus langkah konkret dalam mendukung rehabilitasi lahan, peningkatan tutupan vegetasi, pengurangan erosi, serta penguatan fungsi ekologis daerah tangkapan air. Kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui tindakan yang berdampak langsung terhadap kualitas ekosistem.
Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan susur sungai dan penebaran benih ikan lokal sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem perairan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami keterkaitan antara kondisi lingkungan daratan dan kesehatan ekosistem sungai sebagai satu kesatuan sistem sosial-ekologis. Penebaran benih ikan lokal diharapkan dapat mendukung pelestarian keanekaragaman hayati perairan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Kegiatan juga dilengkapi dengan kunjungan edukatif ke Industri MOCAF (Modified Cassava Flour), yang memberikan wawasan mengenai pengembangan industri berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pengolahan singkong menjadi tepung mocaf, rantai produksi, serta peluang pengembangan ekonomi lokal yang selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana sektor ekonomi dapat tumbuh melalui pemanfaatan potensi lokal tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan sosial dan ekologis.
Secara keseluruhan, kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026 berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Seluruh peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan lapangan maupun sesi edukatif. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran transformatif yang menghubungkan ilmu pengetahuan, aksi lingkungan, dan kolaborasi masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Penulis : Hikmatun Lampadjoa
Editor : Siti Muyasaroh


