• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Fasilitasi Kesehatan Mental dan Ketahanan Akademik: SPs UGM Gelar Pembekalan Manajemen Pikiran Bagi Mahasiswa Baru

Fasilitasi Kesehatan Mental dan Ketahanan Akademik: SPs UGM Gelar Pembekalan Manajemen Pikiran Bagi Mahasiswa Baru

  • Berita
  • 5 Oktober 2026, 14.39
  • Oleh: davidakbarhasyemirafsanjani
  • 0

Yogyakarta, 16 September 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menyelenggarakan sesi pembekalan bertajuk “Manajemen Pikiran bagi Pembelajar: Menata Pikiran Menghadapi Tantangan Pascasarjana” pada Rabu (16/9/2026). Berlangsung di Auditorium SPs UGM Lantai 5, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru program magister dan doktoral Semester Genap TA 2025/2026 dan Semester Gasal TA 2026/2027. Sesi ini menghadirkan Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM SPs UGM, Dr. Tech. Khabib Mustofa, S.Si., M.Kom., sebagai narasumber utama untuk membagikan wawasan mengenai pentingnya penataan mental dan pengelolaan diri dalam menavigasi dinamika perkuliahan tingkat pascasarjana.

Dalam paparannya, Dr. Tech. Khabib Mustofa menguraikan bahwa kehidupan akademik di jenjang pascasarjana diwarnai oleh tingginya beban bacaan literatur, ketatnya tenggat waktu tugas, penyusunan tesis maupun disertasi, serta ekspektasi akademik yang tinggi. Selain tekanan akademik, mahasiswa kerap kali dihadapkan pada tantangan eksternal seperti persoalan keluarga, tuntutan peran sosial, hingga krisis rasa percaya diri. Untuk merespons situasi tersebut, beliau mengajak mahasiswa memahami mekanisme kerja pikiran manusia, baik pikiran sadar (conscious mind) maupun pikiran bawah sadar (subconscious mind). Khabib menekankan bahwa setiap kejadian atau tantangan yang dialami pada dasarnya bersifat netral, sementara pikiran manusialah yang memberikan makna terhadap kejadian tersebut yang kemudian berlanjut pada lahirnya emosi dan tindakan.

Lebih jauh, Khabib memaparkan pentingnya mengenali ruang kendali (circle of control) yang dimiliki oleh setiap individu. Menurutnya, rasa terbebani yang muncul sering kali disebabkan oleh pemaknaan berlebihan atau pola generalisasi yang tidak proporsional terhadap suatu keadaan. “Tata pikiran Anda untuk tidak berlebihan dalam melakukan generalisasi, karena hal itu dapat membebani Anda. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, tetapi kendali penuh berada pada diri sendiri,” tegas Khabib. Beliau juga mengingatkan bahwa pikiran bawah sadar merupakan sebuah alat pendukung, bukan identitas diri yang menentukan siapa kita. Dengan pemahaman ini, mahasiswa diajak untuk tidak terburu-buru mengidentifikasikan pikiran negatif sebagai gambaran dirinya, melainkan bersikap lebih sadar (mindful) dalam mengamati pikiran sebelum mengambil keputusan atau merespons keadaan.

Dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri, pematerian juga menyentuh perbedaan mendasar antara fixed mindset dan growth mindset. Mahasiswa didorong untuk mengadopsi growth mindset agar mampu melihat kesulitan sebagai ruang pertumbuhan dan proses adaptasi yang wajar. Pada bagian penutup, Khabib merangkum kerangka kerja manajemen pikiran ke dalam empat unsur yang saling berhubungan secara sistematis, yaitu fokus, makna, emosi, dan tindakan. Objek yang menjadi fokus perhatian individu akan menentukan makna yang dibangun, memicu emosi yang timbul, dan pada akhirnya mengarahkan tindakan yang diambil.

Melalui pembekalan manajemen pikiran ini, SPs UGM mempertegas komitmennya dalam mendukung mental well-being serta kesehatan holistik civitas akademika. Pemahaman atas pengolahan pikiran ini diharapkan dapat menjadi bekal krusial bagi mahasiswa baru dalam menjaga keseimbangan antara performa akademik dan kesehatan mental, sehingga mampu menyelesaikan studi pascasarjana dengan tangguh, adaptif, dan berprestasi.

Penulis: M. Naufal Majid

Tags: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Recent Posts

  • Wujudkan Ekosistem Kampus Sehat dan Inklusif: SPs UGM Gelar Kuliah Umum Health Promoting University dan PPKS
  • Perkuat Reputasi UGM dan Pembangunan Berkelanjutan: SPs UGM Gelar Kuliah Umum Pendekatan Transdisiplin dan Tantangan AI
  • Tanamkan Jati Diri dan Integritas Ilmiah: SPs UGM Gelar Kuliah Pengenalan Nilai-Nilai Ke-UGM-an Bagi Mahasiswa Pascasarjana
  • Dukung Riset dan Perkuliahan Mahasiswa Baru: SPs UGM Gelar Sesi Pengenalan Perpustakaan dan Akses Pustaka Digital
  • Optimalkan Layanan Digital Kampus: SPs UGM Gelar Sosialisasi Simaster dan LMS Bagi Mahasiswa Baru
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju