Yogyakarta, 24 Oktober 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) sukses menyelenggarakan rangkaian Leaders Summit Pascasarjana #3 yang dirangkaikan dengan Symposium and Call for Abstract “Ecosystem on Artivism”. Agenda strategis ini berlangsung selama dua hari penuh pada tanggal 22 hingga 23 Oktober 2026 di Auditorium Lantai 5 Gedung SPs UGM. Berbagai pimpinan program studi pascasarjana bidang seni, desain, dan pendidikan seni dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia hadir mengikuti forum bergengsi ini. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan serta merespons dinamika perubahan zaman yang sangat cepat. Kehadiran para delegasi pimpinan institusi ini menegaskan komitmen bersama dalam memajukan kualitas pendidikan tinggi seni nasional.
Mengusung tema utama “Merajut Pengetahuan, Menguatkan Legitimasi” dengan semangat Connect, Collaborate, Create, forum ini dirancang untuk menjawab tantangan epistemologis dan kelembagaan. Diskursus riset seni selama ini kerap terbelah antara pendekatan akademik-analitis pengkajian dan practice-based research penciptaan yang membutuhkan kepastian standar mutu. Selain itu, belum hadirnya Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) khusus rumpun ilmu seni mendorong para pimpinan perguruan tinggi untuk merumuskan langkah kolektif. Melalui dialog interaktif, para akademisi berupaya memperjuangkan pengakuan formal-kelembagaan yang selaras dengan karakteristik khas keilmuan seni. Rumusan ini diharapkan mampu menjadi landasan strategis dalam pengembangan kurikulum pascasarjana di masa depan.
Rangkaian acara hari pertama dibuka secara resmi oleh Dekan SPs UGM, Pror. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., didampingi Kaprodi Magister PSPSR UGM, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum. Sesi utama Leaders Summit diisi dengan pemaparan epistemologi seni oleh Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A., serta tinjauan praktis dari Pascasarjana ISI Yogyakarta oleh Kurniawan Adi Saputro, Ph.D. Diskusi krusial mengenai pembentukan LAM Seni dipimpin langsung oleh Ketua Asosiasi Pendidik Seni Indonesia, Prof. Dr. Agus Cahyono, M.Hum. Hari pertama ditutup dengan penandatanganan dokumen kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa MoU dan IA serta jamuan gala dinner.
Agenda berlanjut pada hari kedua melalui peluncuran Art and Beyond Symposium yang dibuka oleh Kaprodi S3 PSPSR UGM, Dr. Sri Margana, M.Hum., M.Phil. Simposium ini membedah pertautan antara praktik artistik dan gerakan sosial melalui kerangka analisis “Ecosystem on Artivism”. Kehadiran keynote speaker Agung Kurniawan dan Dr. Luh Gede Saraswati Putri, S.S., M.Hum., semakin memperkaya diskursus mendalam mengenai seni dan aktivisme. Sebanyak enam artikel riset terpilih dipresentasikan dalam sesi paralel untuk menyoroti isu ruang publik dan memori kolektif. Melalui penyelenggaraan kedua agenda ini, SPs UGM sukses mempertegas posisinya sebagai pionir pendidikan transdisiplin yang inklusif dan berdampak nyata.
Penulis: Berlian Belasuni



