• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Memahami Tubuh, Identitas, dan Pengalaman Keagamaan dalam Wednesday Forum

Memahami Tubuh, Identitas, dan Pengalaman Keagamaan dalam Wednesday Forum

  • Berita
  • 21 September 2026, 09.49
  • Oleh: Nuriyawan
  • 0

Program Studi Magister Agama dan Lintas Budaya (CRCS) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) kembali menyelenggarakan Wednesday Forum pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Program Studi Doktor Inter-Religious Studies tersebut berlangsung di Gedung Unit 1, Sekolah Pascasarjana UGM, dengan menghadirkan Ikrana Ramadhani, lulusan Program Magister CRCS UGM, sebagai pembicara.

Dalam forum tersebut, Ikrana membagikan hasil penelitiannya bertajuk “Staying Present in the Face of Colonial Gaze: A Body Story” atau “Tetap Hadir dalam Menghadapi Tatapan Kolonial: Sebuah Kisah Tubuh.” Melalui penelitian ini, ia mengajak peserta melihat tubuh tidak hanya sebagai bagian dari pengalaman personal, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan.

Ikrana menelusuri pengalaman tubuhnya dalam berbagai ruang dan tahap kehidupan, termasuk di Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Salzburg, Austria. Menurutnya, perpindahan ruang dan perubahan pengalaman hidup dapat memunculkan kembali berbagai respons tubuh yang sebelumnya tidak disadari. Sensasi seperti rasa takut, malu, keinginan untuk bersembunyi, hingga perubahan postur dan nafas menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana pengalaman sosial, budaya, dan keagamaan membentuk seseorang.

“Tubuh dan pikiran tidaklah terpisah, dan tidak ada satu yang lebih unggul dari yang lain. Keduanya bekerja bersama,” ujar Ikrana dalam menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya.

Melalui pendekatan body story, Ikrana menggunakan pengalaman tubuh sebagai pintu masuk untuk memahami bagaimana berbagai struktur sosial dan keagamaan dapat melekat dalam tubuh. Ia menggunakan teknik focusing dan body writing untuk memperhatikan sensasi tubuh secara lebih mendalam sebelum memberikan makna terhadap pengalaman yang muncul.

Diskusi semakin menarik ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara tubuh, trauma, identitas, hijab, serta proses menghasilkan pengetahuan akademik dari pengalaman personal. Ikrana menjelaskan bahwa penelitian tersebut tidak semata-mata merupakan upaya penyembuhan, tetapi juga menjadi proses belajar untuk memahami tubuh dan berbagai responsnya.

“Kita selalu belajar bagaimana mendengarkan tubuh. Hanya saja, sekarang saya memiliki pemahaman dan kesadaran yang lebih besar tentang bagaimana tubuh saya merespons sesuatu,” ungkapnya.

Ikrana juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi pengalaman tubuh dalam kajian akademik. Menurutnya, tubuh dapat menjadi sumber pengetahuan yang membantu memahami pengalaman manusia secara lebih mendalam, termasuk bagaimana relasi kuasa, norma sosial, dan pengalaman keagamaan dirasakan serta dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Asti Rahmaningrum

Tags: SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender

Recent Posts

  • Dies Natalis Ke-43: Resiliensi Menuju Indonesia Emas Berkelanjutan
  • Mahasiswa PSPSR SPs UGM Presentasikan Kajian Museum Bibis di Asian Studies Conference Japan 2026
  • Tim Ekspedisi Patriot UGM Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Perkebunan Menjadi Bioenergi di Pulau Morotai
  • Mahasiswa PSPSR SPs UGM Wakili Indonesia dalam Tropical Lab 2026 di Singapura
  • Perkuat Jejaring dan Tata Kelola Pendidikan Ilmu Lingkungan, Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan SPs UGM Aktif dalam Rangkaian Rakernas PEPSILI 2026
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju