Yogyakarta (3/9) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monnev) Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Reguler SPs UGM Tahun 2026 pada 1–3 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berjalan sesuai dengan rencana, target, serta luaran yang telah ditetapkan.
Kegiatan Monev tahun ini diikuti oleh 31 pengusul Hibah PkM Reguler SPs UGM Tahun 2026. Program tersebut dilaksanakan melalui tiga skema, yaitu Desa dan Komunitas Binaan, Teknologi Tepat Guna, serta Pendidikan bagi Pembangunan Berkelanjutan. Ketiga skema tersebut dirancang untuk mendorong kontribusi nyata sivitas akademika dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan pembangunan di tingkat lokal.
Dalam pelaksanaannya, SPs UGM memberikan perhatian khusus terhadap beberapa wilayah dan kelompok masyarakat yang menjadi prioritas program PkM tahun 2026. Prioritas tersebut meliputi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas, wilayah atau komunitas di sekitar kampus UGM yang menjadi mitra SPs, serta komunitas yang telah menjadi mitra SPs pada tahun-tahun sebelumnya.
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan masing-masing program, capaian kegiatan, kesesuaian pelaksanaan dengan proposal, serta berbagai luaran yang telah dihasilkan. Selain itu, Monev menjadi forum bagi para pengusul untuk menyampaikan perkembangan program, tantangan di lapangan, inovasi yang telah dilakukan, serta strategi keberlanjutan kegiatan.
Selain Hibah PkM Reguler, pada tahun 2026 SPs UGM juga memandatkan pelaksanaan kegiatan PkM dengan tema wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen SPs UGM untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat dan pembangunan di wilayah yang memiliki tantangan geografis maupun sosial yang lebih kompleks.
Melalui berbagai skema dan prioritas tersebut, SPs UGM berupaya menjadikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Pengetahuan, kepakaran, dan inovasi yang dimiliki sivitas akademika diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung untuk membantu masyarakat sekaligus menghasilkan model pengabdian yang dapat direplikasi di wilayah lainnya.
Dengan dukungan sivitas akademika, mitra masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan, SPs UGM terus berkomitmen menghadirkan kegiatan pengabdian yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik di sekitar kampus maupun di berbagai wilayah Indonesia.

