• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Rekonstruksi Sosial di Kali Code: UGM Dorong Manajemen Kolaborasi dan Tata Kelola di Batas Kota

Rekonstruksi Sosial di Kali Code: UGM Dorong Manajemen Kolaborasi dan Tata Kelola di Batas Kota

  • Berita
  • 21 September 2026, 08.04
  • Oleh: davidakbarhasyemirafsanjani
  • 0

Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian Sungai Code melalui kegiatan “Bersinergi, Mengabdi di Batas Kota: Kali Code Berdaya, Rekonstruksi Sosial di Kali Code”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Sekolah Vokasi UGM, Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Pemerti Kali Code.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026 ini, diawali dengan susur dan bersih-bersih Sungai Code, kemudian dilanjutkan dengan penguatan kesepakatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Inisiatif ini menjadi langkah bersama untuk membangun tata kelola sungai yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. 

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan pentingnya mempertemukan para pemangku kepentingan utama dalam menangani persoalan Sungai Code. Menurutnya, kolaborasi antara UGM, Pemerintah Kota Yogyakarta, dan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan sampah sungai yang kotor.

“Ini mempertemukan 3 stakeholder utama yaitu UGM, Pemerintah Kota, dan Kabupaten Sleman. Langkah strategis untuk menyelesaikan sampah sungai yang kotor. Goal jangka panjangnya bagaimana mengubah perilaku masyarakat, menyadari pembuangan sampah agar sungai tidak ada sampah sehingga ekosistem sungai baik dan nilai plusnya wisata.”

Melalui pendekatan tersebut, pengelolaan Sungai Code diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Sungai tidak hanya dipandang sebagai aliran air, tetapi juga sebagai ruang hidup yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan ekologis bagi masyarakat di sepanjang bantaran.

Dekan Sekolah Pascasarjana UGM menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sungai perlu dilihat dari keberlanjutan fungsi sungai dalam jangka panjang. “Sungai yang sukses adalah kalau di musim kemarau tidak kering dan di musim hujan tidak banjir.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penataan Sungai Code tidak cukup diukur dari kondisi sungai yang bersih, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko bencana, dan mendukung kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan bahwa UGM memiliki kedekatan langsung dengan Sungai Code sehingga menjaga kelestariannya merupakan tanggung jawab bersama. “UGM merupakan tetangga dekat Kali Code, apa yang perlu kita jaga merupakan hal yang perlu kita kerjakan bersama.”

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya UGM untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi antara Sekolah Vokasi UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Pemerti Kali Code diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengelolaan Sungai Code dari hulu hingga hilir.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Sungai Code diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sungai berbasis masyarakat yang tidak hanya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi di kawasan perkotaan.

Penulis: ArfikahI

Tags: SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 15: Ekosistem Daratan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak

Recent Posts

  • Menjaga Kesehatan, Investasi untuk Hidup Produktif dan Bahagia
  • Rekonstruksi Sosial di Kali Code: UGM Dorong Manajemen Kolaborasi dan Tata Kelola di Batas Kota
  • Tingkatkan Potensi Ekonomi Desa, Tim PKM S2 Pariwisata SPs UGM Rancang Wisata Pekarangan Berbasis Masyarakat di Giriloyo
  • Workshop Penulisan Karya Ilmiah SPs UGM Berlanjut dengan Pendalaman Materi dan Persiapan Publikasi
  • SPs UGM Bekali Mahasiswa Keterampilan Menulis Karya Ilmiah dan Etika Pemanfaatan AI
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju