• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Wednesday Forum Bahas Relasi Agama, Negara, dan Hukum Perkawinan di Indonesia

Wednesday Forum Bahas Relasi Agama, Negara, dan Hukum Perkawinan di Indonesia

  • Berita
  • 14 September 2026, 09.50
  • Oleh: davidakbarhasyemirafsanjani
  • 0

Program Studi Magister Agama dan Lintas Budaya atau Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) dan Program Studi Doktor Inter-Religious Studies, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) kembali menyelenggarakan Wednesday Forum pada Rabu (24/08) di Gedung Unit 1 Sekolah Pascasarjana UGM. Forum diskusi rutin ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai berbagai isu-isu keagamaan, sosial, dan budaya.  

Mengangkat tema “Konstitusionalisme Islam dalam Negara Multikonfessional: Mahkamah Konstitusi Indonesia dan Undang-Undang Perkawinan”, pada forum ini menghadirkan Laras Susanti, Dosen Fakultas Hukum UGM, sebagai pembicara. Diskusi membahas bagaimana hukum Islam berinteraksi dengan sistem hukum Indonesia sebagai negara demokratis dan multikonfessional, dengan hukum perkawinan sebagai salah satu arena penting dalam melihat dinamika tersebut.

Dalam paparannya, Laras menjelaskan bahwa konstitusi Indonesia tidak secara khusus memberikan panduan yang tegas mengenai hubungan antara agama dan negara. Kondisi tersebut membuat hubungan keduanya terus ditafsirkan dan ditafsirkan kembali oleh pembuat kebijakan maupun lembaga peradilan.

“Konstitusi Indonesia tidak secara khusus memberikan panduan yang jelas mengenai hubungan antara agama dan negara. Para perumus dan pembaru konstitusi menyerahkan persoalan tersebut kepada pembuat kebijakan dan lembaga peradilan untuk menafsirkan dan menafsirkan kembali hubungan antara negara dan agama”, ujar Laras.

Laras kemudian menguraikan perkembangan hukum keluarga di Indonesia, termasuk persoalan perkawinan beda agama, usia minimum perkawinan, kedudukan suami dan istri, serta poligami. Menurutnya, hukum keluarga menjadi arena penting karena mempertemukan persoalan agama, hak individu, kepentingan negara, dan perubahan sosial.

Ia juga mengkaji sejumlah perkara terkait Undang-Undang Perkawinan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Melalui perkara-perkara tersebut, terlihat bagaimana kebebasan beragama dan berbagai interpretasi terhadap hukum agama dipertemukan dengan prinsip-prinsip konstitusional dalam proses pengujian undang-undang.

Laras menekankan bahwa terdapat beragam interpretasi dalam memahami hukum Islam, termasuk dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia.

“Saya pikir kita dapat menerima berbagai hal melalui beragam jenis interpretasi. Ketika hakim membaca dan mempertimbangkan keyakinan, kita dapat melihat adanya interpretasi yang berbeda-beda.”

Laras Susanti merupakan lulusan Fakultas Hukum UGM dan meraih gelar Doctor of Juridical Science (S.J.D.) dari University of Pittsburgh School of Law sebagai penerima Fulbright Award. Selain mengajar, ia aktif dalam penelitian dan advokasi legislasi dengan perhatian pada dinamika sosial dan politik di balik proses legislasi serta pengambilan keputusan peradilan.

Penulis: Asti Rahmaningrum

Tags: SDG 16 : Peace  Justice  and Strong Institutions SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender

Recent Posts

  • Tingkatkan Potensi Ekonomi Desa, Tim PKM S2 Pariwisata SPs UGM Rancang Wisata Pekarangan Berbasis Masyarakat di Giriloyo
  • Workshop Penulisan Karya Ilmiah SPs UGM Berlanjut dengan Pendalaman Materi dan Persiapan Publikasi
  • SPs UGM Bekali Mahasiswa Keterampilan Menulis Karya Ilmiah dan Etika Pemanfaatan AI
  • Wednesday Forum Bahas Relasi Agama, Negara, dan Hukum Perkawinan di Indonesia
  • Bengkel Manuskrip Publikasi Dorong Kesiapan Mahasiswa Menuju Publikasi Ilmiah
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju